Headlines News :
SELAMAT DATANG DI BLOG PARIWISATA JAMBI

    Mengenal Jambi

    Search This Blog

    Translate

    Showing posts with label GOA. Show all posts
    Showing posts with label GOA. Show all posts

    Goa Sengering dan Goa Bujang Bangko,Jambi

    Goa Sengering dan Goa Bujang Bangko,Jambi. Indonesia memang memiliki banyak keindahan alam yang sangat menawan, Salah satunya wisata alam perut bumi (goa). Goa dengan bentuk yang alami dan semua cerita sejarah yang bisa hadir di  Goa Bujang dalamnya mampu menghipnotis dan membuat pengunjung yang datang terpesona.

    Salah satunya adalah Goa Sengering, Keberadaan Goa Senggring belum begitu terpublikasikan dibandingkan dengan objek wisata alam lainya yang terdapat di Merangin.

    Goa ini memiliki keunikan yang sangat menarik dimana bebatuanya yang sangat dominan dengan gaya dan bentuk yang berbeda-beda bahkan ada yang menyerupai gorden dan dihiasi dengan butiran air yang berkilau apabila terkena cahaya. Goa ini terdapat di Desa Sengering, Kecamatan Sungai Manau sekitar 40 KM dari Kabupaten Merangin.

    Terowongan Goa Bujang
    Untuk mencapai lokasi ini bisa menggunakan kendaraan umum bahkan dengan kendaraan bermotor dari Desa Sengering. Keberadaan gua ini dapat dicapai sekitar 1 jam perjalanan dari Desa Sengering melintasi aliran Sungai Sengering menuju ke arah Utara.

    Di dalam gua terdapat kehidupan binatang seperti kelelawar, wallet, jangkrik goa, dan banyak binatang lainya di dalam gua ini di aliri oleh air sungai yang bermuara ke Sungai Mesumai. Di sekitar mulut Goa Sengering juga terdapat air terjun dengan ketinggian 4-5 meter. Di dalam goa ini sangatlah gelap maka dibutuhkan alat penerangan untuk melakukan penelusuran. 

    Selain itu, yang terpenting adalah kekompakan tim dalam penelusuran gua ini. Goa Sengering memiliki panjang 305 meter dengan kelebaran sekitar 20 meter, ketinggian gua kurang lebih sekitar 25 meter dengan batuan yang tajam maka dari itu perlu kehati-hatian dalam penelusuran go ini.

    Stalagmit Goa Bujang
    Di sekitar Goa Sengering juga terdapat Goa Bujang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari mulut Goa Sengering. Bila ditempuh dengan jalan kaki sekitar 10 menit dari Goa Sengering menuju ke arah Utara kita sudah dapat melihat mulut Goa Bujang dengan jarak sekitar 800 meter dari mulut Goa Sengering di dalam Goa Bujang juga di lengkapai dengan berbagai bentuk ornamen goa dan di dalamnya juga terdapat air terjun dengan ketinggian 6 meter. Namun, untuk mencapai air terjun ini kita harus rela merayap di atas bebatuan yang terdapat di lorong kecil di dalam perut gua ini sebelum memaskuki gua Bujang haruslah mencuci muka dan berdoa sebelum melakukan penelusuran gua. Konon kepercayaan penduduk setempat agar kita dapat melihat dengan jelas saat kita melakukan penelusuran goa. 

    Terowongan Goa Bujang

    Info transportasi

    Bangko- sei manau 32 km dapat ditempuh dengan kendaraan umum sekitar 1,5 jam.
    Desa sengering- goa sengering berjalan kaki sekitar 1 jam melewati jalan setapak sungai sengering.

    http://bumimerangin.blogspot.com/2013/11/gua-senggering-bangkojambi.html

    Goa Sengayau, biarlah tetap seperti itu

    Kawasan Goa Sengayau terletak di Desa Sungai Pinang Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin. Kawasan Goa Sengayau dengan luas sekitar 10.000 ha merupakan daerah perbukitan yang termasuk dalam kawasan zona penyangga (Bufer zona) Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Dalam laporan Ekspdisi Mapala SIGINJAI Unja 2008, bahwa di Kawasan Goa Sengayau terdapat 43 buah goa dan dari 43 goa tersebut baru 12 goa yang sudah di petakan (Mapping) oleh Mapala SIGINJAI Unja. Walaupun laporan itu masih simpang siur dengan informasi dari masyarakat karena menurut masyarakat setempat ada sekitar 100 buah goa di kawasan ini, tapi itu adalah data yang pertama untuk goa yang ada di kawasan Goa Sengayau.

    Untuk menuju kawasan Goa Sengayau dari Jambi membutuhkan waktu 8 jam dengan menggunakan bus ke arah Kerinci, berhenti di pasar Sungai Manau dan melanjutkan ke Sungai Pinang dengan menggunakan transportasi local yang langsung berhenti di pesenggerahan jembatan tiga. 

    Dari jematan tiga menuju kawasan goa sekitar 30 menit dengan berjalan kaki. Trek yang di lalui cukup terjal dengan kemiringan 35 derajat dengan vegetasi hutan yang sudah heterogen. Setelah 30 menit berjalan, kita memasuki kawasan Goa Sengayau dengan di tandai bebatuan dan mulai terciumnya bau kotoran kelelawar (Tadarida pucata) yang menjadi khas kompleks Goa Sengayau, biasanya para caver langsung menuju lokasi camping ground yang berhadapan langsung dengan pintu utama Goa Sengayau yang juga menjadi pintu Goa Masjid. 

    Di lokasi camping ground cukup luas sekitar 6x15 meter dan juga terdapat sumber air yang cukup melimpah. Selain itu juga terdapat pondok para penjaga goa, kawasan goa ini memang di jaga karena di dalam goa banyak terdapat burung walet (Collocalia fucphaga).

    Kawasan karst Goa Sengayau memang masih sangat alami karena sangat jarang di kunjungi, kondisi medan yang berat dan berbukit-bukit serta jarak yang cukup jauh, hanya Caver dan penduduk desa setempat yang sering ke goa ini. Di lokasi camping ground saat pagi hari menjadi kenikmatan tersendiri karena kicauan burung di lokasi yang hijau menemani para caver untuk mempersiapkan kegiatan eksplor di goa sekitar Sengayau. 

    Beberapa nama goa yang terdapat di kompleks Goa Sengayau yaitu Goa Masjid, Goa Ahmad, Goa Tancap, Goa Ventaris, Goa Riben, Goa Siginjai, Goa Asap, Goa Air Daya, Goa Sempit, Goa Lapangan, Goa Batang dan masih banyak lagi baik vertical maupun horizontal. Ada keunikan tersendiri di kawasan Goa Sengayau, karena siapa yang pertama menemukan Goa, maka nama dialah yang melekat untuk goa tersebut dan ini sudah menjadi kebiasaan, seperti Goa Ahmad, Goa Ventaris dll.

    Goa Masjid merupakan goa terbesar di kawsan Goa Sengayau dan termasuk goa horizontal yang mempunyai panjang lorong sekitar 513,5 meter. Di namakan Goa Masjid karena terdapat ruangan yang besar yang atapnya menyerupai kubah di masjid. Goa Masjid paling sering di kunjungi di antara goa yang lain dan ini berdampak banyaknya coretan di dinding goa, ini sangat di sayangkan sekali buat pengunjung yang mempunyai sikap vandalis. Seharusnya pengunjung mempunyai jiwa konservatif yang peduli pada kelestarian goa ini.

    Goa Lapangan termasuk goa vertical dengan kemiringan 90 derajat, di namakan Goa Lapangan karena goa ini mempunyai ruangan yang cukup luas sekitar 2/3 dari luas lapangan sepak bola. Goa Lapangan mempunyai 2 pintu yang pertama dengan vertical yang kedalamannya 40 meter selanjutnya ketemu ruangan yang luasnya sekitar 2/3 lapangan sepak bola kemudian melanjutkan perjalanan dengan melewati beberapa lorong dan ornament-oernament yang memanjakan mata. Jalan tembusnya ke Goa Masjid dan melewati air terjun setinggi 4 meter.

    Lorong-lorong antara goa yang satu dengan yang lain saling berhubungan dan seperti goa lapangan tembusnya ke goa masjid dan di lorong goa masjid ketemu persimpangan dan itu termasuk goa tancap bias juga langsung menuju goa siam, jadi antara goa yang satu dengan yang lain saling berhubungan tanpa kita harus keluar dulu untuk menuju goa berikutnya. 

    Ornament yang terdapat di dalam goa masih cukup alami dan masih bisa tumbuh walaupun butuh ribuan tahun. Sepanjang lorong goa, stalaktit, stalakmit, gourdam, helaktiti dan pilar masih bisa dinikmati dan sangat memanjakan mata. Bahkan di beberapa tempat ada patung batu yang menyerupai gajah dan patung yang menyerupai orang dengan posisi duduk seperti sedang sholat.

    Beberapa jenis flora dan fauna yang mendominasi kawasan goa sengayau seperti Kelapa (Cocous nucifera), Pisang (Musa paradisiacal), Mangga (Mangifera indica), Durian (Durio zibethinus) Bambu (Bambusa), Keladi (Colocasia), Walet Sarang Putih (Collocalia fucphaga), Seriti (Collocalia asculanta), Kutilang (Phycnomutus aurigaster), Perkutut (Geopelia striata), Terkukur (Streptopelia cinarsis), Kelelawar (Tadarida pucata), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Lutung (Presbytis cristata) dll.

    Kawasan Goa Sengayau dengan potensi ekowisatanya mempunya nilai strategis untuk kemajuan wisata minat khusus di Provinsi Jambi khususnya daerah Kabupaten Merangin. Penerapan wisata goa harus terus berdampingan dengan kelestarian lingkungan, biarlah kawasan Goa Sengayau tetap alami dengan keindahan ornament goanya dan ini Perlu perlindungan hukum supaya kawasan ini tetap terjaga keasriannya. 

    Biarlah para caver yang bisa menikamtinya dari pada terlalu banyak pengunjung yang akhirnya berdampak pada kerusakan struktur goa, kalaupun orang awan ingin menikmati keindahan goa sengayau harus mempunyai jiwa konservatif agar kawasan goa sengayau tetap terjaga ke asliannya.
    http://abussiraj.blogspot.com/2012/01/goa-sengayau-biarlah-tetap-seperti-itu.html

    Goa Calau Petak – Jambi

     http://mengenaljambi.blogspot.com/2014/06/gua-tiangko-tiangko-panjang.html
    Goa calau petak – jambi. Goa di daerah bukit bulan ini, yang masyarakat sekitar di sebut goa calau petak. berjarak lebih kurang 70km dan memakan waktu lebih kurang 3 jam dari pusat kota Sarolangun.

    Perjalanan melewati DAM sebuah DAM terbesar di jambi. Akses menuju bukit bulan ini sangatlah terjal dan rusak parah. Walaupun ada jalan beraspal namun lobang-lobang besar memenuhi jalan, harus sopir berpengalaman dan kondisi mobil yang bagus,

    Dari desa perjalanan sekitar masuk goa dari desa maribung dan keluar dari desa napal melintang. Goa ini diperkirakan berjarak 1,5 km untuk sampai tembus ke desa napal melintang. Semakin masuk ke dalam goa, terus menuruni batuan, kadang harus merunduk. Didalam goa juga terdapat beberapa cabang perlintasan, Untung beberapa warga membawa alat penerangan sehingga tidak terlalu gelap didalam dan tidak tersesat diperlukan sebuah alat untuk penerangan banyak Terdapat titik – titik yang sangat menarik di dalam goa.

    Warga disana menyebut tempat tempat tersebut diantaranya perahu dewa, tempat mandi putri, kayangan, tirai dewa dan lain sebagainya. Sebagian warga mempercayai bahwa tempat ini sebuah kerajaan dewa masa lalu. Dan Di dalam goa juga terdapat aliran sungai yang sangat jernih, paling dalam setinggi lutut orang dewasa.di ujung goa ada juga juga menunujukan tempat peristirahatan dewa tidak jauh dari mulut goa desa napal melintang. 

    Untuk mencapai goa tempat peristirahatan dewa harus mendaki dulu dan agak terjal, banyak berpegangan pada akar pohon besar untuk bisa sampai.

    Gua Sengering (Tiangko Ulu)

    Situs Gua Sengering terletak di Desa Sengering, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi yang secara astronomis berada pada koordinat 02º01’21.08” LS dan 101º56’29.19” BT.

    Lokasi gua ini berada di bagian hulu Bukit Tiangko yang berjarak sekitar 5 km dari Desa Sengering. Untuk mencapainya harus mendaki 2 buah bukit dan menyusuri sebuah aliran sungai, serta memanjat tebing yang cukup terjal.

    ​Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa kondisi dinding gua sangat gelap dan lembab, serta ruangannya sangat luas. Ruangan yang paling bawah, yaitu ruang yang paling besar dan panjang merupakan jalur air (aliran sungai di bawah tanah) yang mata airnya berasal dari puncak bukit. Ruangan diatasnya (agak kecil) terdiri dari beberapa ruangan (ceruk) dan diduga merupakan jalur rembesan air tanah yang berasal dari atasnya. Pintu masuk Gua Sengering mempunyai lebar sekitar 10 m, sedangkan pintu keluarnya mempunyai lebar 1 m yang sekaligus merupakan jalan keluarnya hulu air Sungai Tiangko.

    ​Menurut informasi masyarakat setempat di dalam gua ini pernah ditemukan sisa-sisa kegiatan masyarakat purba yang berupa alat serpih dan pecahan gerabah. Namun, mengingat sungai di dalam gua sering banjir, maka sisa-sisa lapisan budaya yang pernah terkandung di dalamnya ikut hanyut terbawa air.

    Gua Tiangko Merangin

    Objek Wisata Gua Tiangko terletak di Desa Tiangko, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Jambi atau sekitar 9 km dari Sungai Manau. Bukan hanya Gua Tiangko yang berada di Desa Tiangko, tetapi juga beberapa gua lainnya. Konon dahulu daerah ini dijadikan tempat tinggal manusia purba. 

    Gua Tiangko salah satunya, gua ini dahulu di tempati oleh sekelompok manusia purba, 9000 tahun silam. Keadaan dalam gua sama seperti gua lainnya, terdapat stalaktit dan stalagmit.
     
    Support : Creating Blog | SEPRIANO | PARIWISATA JAMBI
    Copyright © 2016. PARIWISATA JAMBI - All Rights Reserved
    Template Created by Blogger Published by Blogger
    Proudly powered by Blogger