Headlines News :
SELAMAT DATANG DI BLOG PARIWISATA JAMBI

    Mengenal Jambi

    Search This Blog

    Translate

    Showing posts with label DANAU. Show all posts
    Showing posts with label DANAU. Show all posts

    Kanal dan Kolam Kuno

    a. Kolam Telago Rajo

    Keberadaan Kolam Telago Rajo ditemukan pada pertengahan tahun 1970-an, kepastian fungsi Kolam Telago Rajo belum jelas, tetapi sedikit dapat disimpulkan keberadaan kolam tersebut dikaitkan dengan tempat waduk control supaya air tidak menggenangi lingkungan candi dan persedian air bersih masyarakat masa lalu. Kolam Telago Rajo terletak 100 meter sebalah tenggra Candi Gumpung. Kolam ini terbuat dari gunduhan tanah dan bagian tepi berupa gunduhan yang berbentuk persegi panjang ukuran 130 x 100 meter dan kedalamannya sekitar 2 sampai 3 meter dari permukaan tanah sekarang. Lebar bidang gunduhan ini mencapai 20 meter. Dari hasil inventaris menunjukkan selain kolam Telago Rajo juga terdapat kolam-kolam kuno tersebar di dekat beberapa bangunan candi.

    b. Kanal Kuno

    Bagian penting dari Situs Percandian Muarajambi selain bangunan candi, kolam kuno dan menapo, yaitu adanya kanal-kanal yang mengelilingi kawasan percandian. Kanal-kanal inilah yang dahulu disamping berfungsi sebagai symbol kosmologis dalam konteks budhisme, juga berfungsi sebagai srana transportasi antar candi dan sabuk pengamanan kawasan yang disucikan. Keberadaan kanal-kanal ini masih dapat ditelusuri dengan nama : Sungai Melayu, Sungai Buluran Kecil, Sungai Jambi, Parit Jonor, Parit Sekapung, Sungai Buluran Dlam, Sungtai Buluran Keli, Buluran Paku, dan Sungai Selat.

    Bukit Sengalo/Bukit Perak

    Bukit yang terbentuk hanya dari gunduhan tanah ini terletak paling barat dari gugusan situs Muarajambi. Tepatnya di wilayah Desa Batu, Kecamatan Maroseb. Kabupaten Muarajambi. Jalan menuju lokasi bukit Sngalo adalah melalui jalan ke Desa Danau Lame, kemudian di lanjutkan kea rah barat kurang lebih 1 kilometer manuju Bukit Sengalo. Bukit ini merupakan bukit buatan yang terdiri atas gunduhan utama dan gunduhan jalan masuk. Gunduhan ini berukuran 30 x 30 meter dan gunduhan jalan masuk mendaki yang memanjang arah timur barat. Bagian puncak gunduhan terbentuk lubang besar yang kabarnya terbuat dari pengggalian air di masa lalu. Sekeliling Bukui Sengalo saat ini adalah perkebunan kelapa sawit. 

    Sumber: Draf Nominasi Daftar World Heritage, UNESCO - Situs Percandian Muarajambi (Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, 2009)

    Danau Belibis

    Danau Belibis, sesuai namanya dimana di danau ini banyak terdapat populasi belibis yang hidup di sekitar danau. Danau belibis terletak di atas ketinggian lebih dari 1000 m dpl tepat di kaki Gunung Kerinci yang merupakan gunung api aktif tertinggi di Indonesia (3805 m dpl). Secara geografis danau ini berada di wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

    Secara geografis, Danau Belibis merupakan danau tektonik yang terjadi akibat aktivitas gunung api. Hal ini dapat kita lihat dari posisinya yang tepat berada di puncak sebuah bukit. Danau ini merupakan danau air tawar meskipun kualitas air yang tidak terlalu banyak namun tetap selalu ada. Di pinggiran danau masih terdapat berbagai satwa alam yang masih terjaga, antara lain burung hutan, monyet, dan sebagainya. Termasuk beberapa hewan lain seperti ular serta harimau meski sekarang jarang ditemui.

    Bagi masyarakat Kayu Aro, Danau Belibis bukanlah danau biasa karena merupakan danau yang memiliki sejuta cerita dan misteri. Selain itu, jarang sekali orang-orang yang berkunjung ke danau tersebut membuatnya misterius danau tersebut.

    Penulis sendiri sudah dua kali mengunjungi danau ini dan aksesnya bisa melalui beberapa desa yaitu: Kebun Baru, N1, Gunung Labu dan Giri Mulyo. Akses menuju danau tersebut belum begitu bagus sehingga kita lebih baik berjalan kaki sambil menikmati pemandangan alam berupa kebun-kebun petani di sekitar jalan menuju danau.

    Sebagaimana cerita orang-orang tua, meskipun banyak versi yang berbeda tetapi kebanyakan mereka menceritakan bahwa belibis-belibis penghuni Danau Belibis, merupakan perwujudan dari manusia-manusia yang sempat hilang di danau tersebut. Mereka adalah sekelompok pekerja dalam satu mandoran ketika mengadakan kunjungan ke danau tersebut. Mereka semua tidak ada yang pulang ke rumah dan menjadi belibis penunggu danau. Hal itu terjadi ketika awal muasal pembukaan Perkebunan Teh oleh Pemerintah Hindia Belanda. Akan tetapi cerita tersebut semakin digali semakin panjang bahkan semakin menggelitik serta membuat bulu kuduk yang mendengarnya langsung berdiri.

    Menampihkan semua cerita-cerita misterius tersebut, kita seharusnya sadar akan semua yang alam berikan. Kita harus menjaganya. Ironis, ketika saya berkunjung ke danau tersebut, kondisi hutan sudah berubah menjadi lahan pertanian, tepat di pintu rimba menuju danau merupakan ladang masyarakat. Ironis daerah yang seharunya dijaga kelestraian, apalagi berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.

    Kawasan hutan yang seharusnya menjadi tempat serapan air, kini telah beralih fungsi menjadi ladang masyarakat, hal itu bisa kita lihat sepanjang jalan. Padahal sebenarnya sudah ada batas rambahan hutan tetapi itulah manusia, tidak mempunyai rasa puas akan yang telah ada. Dapat dikatakan kalau Gunung Kerinci belum gundul maka belum berhenti merambah hutan.

    Kesadaran yang rendah terhadap perlindungan alam sesungguhnya akan berimbas pada masyarakat itu sendiri. Hal yang paling nyata adalah kurangnya sumber air yang ada, kekeringan saat musim kemarau. Seharusnya kondisi di kaki gunung dengan alam yang terjaga dapat menjamin persediaan air. Akan tetapi, saat ini kondisi sumber air banyak yang berkurang bahkan mati. Ketika penulis masih kecil, masih teringat anak-anak mandi di sungai dengan riangnya tapi sekarang debit air yang ada hanya beberapa sentimeter, bahkan batu kali pun terlihat. Hal ini merupakan, efek nyata dari rusaknya alam, khusunya di kawasan kaki Gunung Kerinci.

    Semoga tulisan ini memberikan tidak hanya informasi tetapi juga pesan agar kita menjaga alam dengan segala yang ada. Menjaga alam akan memberikan manfaat kepada kita dan kehidupan. Karena kehidupan bukan hanya saat ini tetapi juga akan datang.

    Danau Gunung Tujuh

    Danau Gunung Tujuh. Persis dengan sebutan yang dimilikinya. Danau Gunung Tujuh ini dikelilingi oleh 7 buah gunung yang menjulang tinggi dimana dijadikan sebagai dinding dari danau tersebut. Bahkan di atas kertas danau ini merupakan danau tertinggi Di kawasan Asia Tenggara yang dikarenakan danaunya terdapat di atas gunung. 

    Danau Gunung Tujuh ini memiliki luas 960 Ha dengan panjang sekitar 4,5 dan lebar 3 Km. Danau ini terletak di Desa Pelompek Kecamatan Kayu Aro dengan jarak ± 56 km dari Sungai Penuh. Jika anda ingin menikmati keindahan dan kesejukkan udara alam dari Danau Gunung Tujuh. Anda harus berjalan kaki melewati jalan setapak selama kurang lebih 2-3 jam.

    Itulah 3 Tempat wisata di Jambi yang kian hari banyak dikunjungi pengunjung serta sangat disayangkan kalau anda lewati. Sebab keindahan serta panorama alam yang dipancarkan oleh beberapa tempat obyek wisata yang telah kami kupas di atas, dapat membuat anda seraya lebih menyatu bersanding dengan panorama keindahan alam

    Tempat wisata di jambi,wisata jambi,tempat wisata jambi,objek wisata di jambi,wisata alam jambi,objek wisata jambi,wisata di jambi,tempat wisata dijambi,tempat rekreasi di jambi,keindahan jambi

    Danau Kaco Kerinci

    Danau Kaco Kerinci. Danau Kaco merupakan danau yang terlentak di Kabupaten Kerinci,Jambi. Tepatnya di Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya. Danau ini berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang merupakan situs warisanUNESCO. Danau ini memiliki luas sekitar 90 meter persegi dan memiliki kedalaman yang belum diketahui. Danau kaco dapat memancarkan cahaya terang di malam hari pancaran cahaya itu semakin terang pada saat malam bulan purnama atau malam tanggal 15 penanggalan Hijriah

    Keunikan

    Danau Kaco memiliki keunikan yang khas yang jarang dimiliki oleh danau-danau lain yang ada di Indonesia. Keunikan tersebut seperti Danau Kaco dapat mengeluarkan cahaya yang terang, terutama pada saat bulan purnama. Jika wisatawan datang ke Danau Kaco pada saat bulan purnama maka para wisatawan tidak membutuhkan alat bantu penerangan karena air danau dapat mengeluarkan cahaya yang cukup terang. Jika dilihat dari kejauhan cahaya yang dipancarkan oleh Danau Kaco akan terlihat seperti lampu yang diarahkan kelangit

    Cerita Rakyat

    Menurut kepercayaan warga setempat, cahaya yang dikeluarkan dari dasar Danau Kaco merupakan cahaya intan yang tersimpan di dasar air. Intan tersebut disimpan oleh Raja Gagak, yang berkuasa pada saat itu. Menurut sesepuh desa, intan yang disimpan Raja Gagak di dasar Danau Kaco adalah intan titipan yang merupakan ikatan janji pangeran-pangeran yang ingin melawar putri Raja Gagak yang bernama Putri Napal Melintang. Semua lamaran anak raja yang di Kerinci diterima oleh Raja Gagak, akhirnya dia kebingungan ingin nerima pelamar yang mana Putri Nepal Melintang sendiri dikenal dengan wajah yang sangat cantik sehingga ia disukai oleh pemuda yang ada pada zaman itu. Bahkan karena kecantikannya ia disukai oleh ayahnya sendiri. Raja Gagak membawa lari putrinya beserta perhiasan Intannya yang dititipkan oleh pengeran sebagai tanda janji. Konon intan yang dibawa lari oleh Raja Gagak disimpan di dasar Danau Kaco. Sampai saat ini warga Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya masih mempercayai bahwa intan tersebut masih tersimpan di dasar danau

    Akses

    Danau Kaco dapat dicapai melalui jalur darat dimulai dari Kota jambi ke sungai Penuh. Jarak antara Jambi ke Sungai Penuh sekitar 500 km dengan waktu tempuh 10-11 jam.Selanjutnya dari Sungai Penuh dilanjutkan ke desa terdekat yaitu Desa Lempur,Kecamatan Gunung Raya dalam waktu 45 Menit dengan kendaraan roda empat atau pun roda dua. Setelah itu dilanjutkan lagi dengan berjalan kaki menyelusuri hutan selama 3-5 jam. Selama perjalanan pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang masih sangat asri, salah satunya kita disuguhkan oleh pemandangan air terjun yang dapat kita lihat sewaktu dalam perjalanan

    Dam Betuk Bangko

    Dam Betuk Bangko. Panduan Wisata menuju dam betukObjek wisata dam betuk berada di daerah kecamatan tabir lintas, kabupaten merangin propinsi jambi. Objek wisata dam betuk yang dalam bahasa jambi dam=bendungan atau waduk jadi dam betuk adalah waduk yang bernama betuk

    Asal kata betuk konon dari nama ikan betok, di waduk ini banyak ikan betok nya.

    Keindahan waduk ini menyimpan pesona yang mungkin belom banyak di dengar sampai ke seluruh indonesia,namun demikian objek wisata dam betuk ini selalu meningkatkan mutu pelayanan para pengunjung sehingga nantinya akan menjadi objek wisata andalan baik tingkat propinsi bahkan ke manca negara.

    Panduan menuju dam betuk

    Dengan pesawat

    • dari kota anda menuju jambi di bandara sultan taha, selanjutnya anda bisa naik travel ke kota bangko, sekitar 3 jam perjalanan. Anda bisa menginap di kota bangko atau jika masih siang anda bisa naik angkutan pedesaan jenis carry minibus yang ada di pasar atas atau pasar bawah.atau menyewa mobil rental.

    Dengan kendaraan pribadi

    1. Anda dari arah padang,medan via padang,riau via kiliran jaoanda akan menjumpai kota muara bungo, ada simpang 3 yang kiri ke jakarta via tebo dan lurus menuju kota bangko,perjalanan sekitar ±65km jalan masuk ke dam betuk di sebelah kanan (ada petunjuk objek wisata di pinggir jalan)
    2. Dari arah bengkulu via lubuk linggau.Sampai di Simpang 3 di lubuk linggau anda belok kiri arah padang, perjalanan 2 jam anda akan menemukan kota sarolangun terus lurus, 1 jam selanjutnya memasuki kota bangko tetap ambil arah lurus melewati jalur tiga bangko, sekitar 18 km dari bangko ada simpang kekiri menuju dam betuk(ada penujuk objek wisata di plang hijau dishub)
    3. Dari jakarta via palembang menuju jambitiba di jambi ada simpang tiga namanya simpang rimbo,ambil arah kiri menuju muara bulian lanjut muara tembesi ada simpang tiga ambil kiri arah sarolangun terus menuju sarolangun ada simpang 3 dekat jembatan ambil arah bangko(padang) sampai kota bangko kalau sudah malam sebaiknya anda menginap dulu,dari bangko ambil arah kota padang, ±18 Km dari kota bangko ada simpang ke kiri ada penunjuk objek wisata dijalan.

    Dengan bus dari jakarta anda tidak melewati objek wisata ini, turunlah di kota jambi dan cari travel di simpang rimbo yang akan membawa anda ke kota bangko. Selanjutnya naik ojek atau angkutan pedesaan carry minibus jurusan muara bungo.atau menyewa kendaraan sperti avanza,xenia, kijang kapsul dll.

    Catatan:

    Di objek wisata ini belum ada penginapan. Bila anda tiba di kota bangko sore atau malam hari sebaiknya menginap dulu di kota bangko

    Selamat berwisata.

    Sumber Air Panas Semurup

    Objek Wisata Sumber Air Panas Semurup terletak di Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

    Objek Wisata ini berjarak 15 km dari Kota Sungai Penuh. Fasilitas di Air Panas Semurup juga dilengkapi kolam renang anak-anak dan kamar mandi untuk orang dewasa. 

    Anda yang lelah melakukan aktivitas pekerjaan bisa mencoba mandi di Air Panas. Alhasil, tubuh kembali bugar seperti semula.

    Air Panas ini memang dipercaya masyarakat setempat bisa menyembuhkan penyakit kulit dan rematik. Uniknya lagi, Anda bisa merebus telur hanya membutuhkan waktu 10 menit dan siap dimakan.

    DANAU KERINCI

    DANAU KERINCI. Danau Kerinci terletak 16 Km di selatan Kota Sungai Penuh. Danau seluas 1.400 hektar ini berada di ketinggian 650 mdpl. Unik, sebab ia dikelilingi sawah yang membentang luas. Jika hari sedang cerah Gunung Raya dapat terlihat jelas di sisi timur, sementara di sebelah barat, Gunung Kerinci tampak dari kejauhan

    Di danau ini terdapat Tanjung Hatta yang terdapat pohon beringin yang ditanam oleh Bung Hatta saat berkunjung ke tempat ini pada tahun 1953. Kini, pohon yang tumbuh rindang tersebut menjadi salah satu tempat kesukaan para pengunjung untuk menikmati pemandangan.

    Fasilitas penunjang seperti kawasan bersantai dan tempat menjual makanan tersedia di tempat ini. Tak hanya itu, pemerintah daerah rutin menggelar Pesta Danau Kerinci setiap bulan Juli. Berbagai kesenian dan atraksi budaya tradisional dipertunjukkan pada momen tersebut. Kerinci biasa menampilkan kesenian yang bernuansa magis, salah satunya tarian Niti Naik Mahligai yang membuat para penarinya kebal atas pecahan kaca, pedang tajam, dan bahkan api.

    Bagi yang senang hal-hal berbau sejarah, dapat mencoba singgah ke desa-desa di sekitar danau. Di sana terdapat sejumlah batu berukir yang diperkirakan sebagai peninggalan zaman Megalitikum sekitar 2.000 tahun lalu.


     
    Support : Creating Blog | SEPRIANO | PARIWISATA JAMBI
    Copyright © 2016. PARIWISATA JAMBI - All Rights Reserved
    Template Created by Blogger Published by Blogger
    Proudly powered by Blogger