Headlines News :
SELAMAT DATANG DI BLOG PARIWISATA JAMBI

    Mengenal Jambi

    Search This Blog

    Translate

    Showing posts with label MARANGIN. Show all posts
    Showing posts with label MARANGIN. Show all posts

    Sejarah Kabupaten Merangin

    Lima Agustus, Empat Puluh Delapan tahun, lalu. Daerah yang bersemboyankan, “Bumi Tali Undang, Tambang Teliti,” Kabupaten Merangin yang merupakan salah satu kabupaten dari Sebelas, Kabupaten/Kota yang berada dalam wilayah, “Bumi Pucuk Jambi, Sembilan Lurah,” Provinsi Jambi, berulang tahun ke-48, (05 Agustus 1965 - 05 Agustus 2013).

    Sebagai wilayah dari Provinsi Jambi, Kabupaten Merangin yang berada di wilayah bagian barat Provinsi Jambi yang secara geografis terletak antara 101, 32, 11 - 102, 50, 00 Bujur Timur dan 1, 28, 23 - 1, 52, 00 Bujur Selatan, dengan luas wilayah 7.679 Km2 atau 745,130 Hektar dan terdiri dari 4.607 Km2 berupa Dataran Rendah dan 3.027 Km2, berupa Dataran Tinggi, dengan ketinggian berkisar 46-1.206 Meter dari permukaan Air Laut.

    Dalam perjalanan pemerintahan, diawali atas dibentuknya Propinsi Daerah Tingkat I Jambi, juga dibentuknya Kabupaten Merangin, dengan wilayah hukum, Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Bungo Tebo, beribukota di Bangko.

    Kemudian, ibukota Kabupaten Merangin dipindahkan ke Muara Bungo yang diputuskan melalui sidang DPRD. Selanjutnya, karena adanya Gerakan PRRI Tahun 1958, Kantor Bupati Merangin waktu di bakar.

    Dibakarnya, Kantor Bupati waktu itu, selanjutnya dibangun, kembali pada Tahun 1965 sebagai persiapan Kantor Bupati Sarolangun Bangko. Berdirinya, Kabupaten Sarolangun Bangko diundangkan melalui UU Nomor. 7 Tahun 1965, dengan Pusat Pemerintahan, berada di Bangko.

    Berdirinya Kantor Bupati Merangin, di Bangko, seroja sekarang, persis dipinggir Ujung Tanjung, Muaro Mesumai. Selanjutnya, pindah kekantor baru, Jalan Jenderal Sudirman, Km.2 arah Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan. Sedangkan, Kantor lama, Seroja sekarang, menjadi Kantor Dinas Pendapatan Daerah Tingkat II Sarolangun Bangko (Sarko), sekarang Kabupaten Merangin.

    Perkembangan selanjutnya, karena adanya pemekaran wilayah yang diatur melalui UU Nomor. 54 Tahun 1999, tentang pembentukan Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Maka, wilayah Kabupaten Sarolangun Bangko dimekarkan menjadi dua Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin. Kabupaten Sarolangun beribukota di Sarolangun dan Kabupaten Merangin beribukota di Bangko.
    Persisnya, Jalan Jenderal Sudirman, Km.2 persis depan Kantor Bupati Merangin. Disni, Jln. Dua Jalur, waktu sore jadi objek Wisata Santai, karena berdiri pohon-pohon hijau, diantara dua jalur dengan Jalan Lintas Sumatera. Terlihat, rameinya, kenderaan roda dua dan roda empat parkir disini. (ft/dok/Istimewa-Neone).

    Atas dasar pembentukan wilayah Kabupaten Merangin, sesuai Undang-Undang Nomor 54 Tahun 1999, tentang pembentukan Kabupaten Sarolangun, Kabupaten Tebo, Kabupaten Muara Jambi dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, tercatat dalam Lembaran Negara (LN) Tahun 1999, dan UU Nomor 182, TLN Nomor 39030.

    Kabupaten Merangin merupakan Pengembangan dari Kabupaten Sarolangun Bangko dan kemudian ditetapkan, sebagai Hari Ulang Tahun, dan Tanggal 5 Agustus 1965, adalah momentum, sejarahnya.

    Sebagai daerah, otonom dalam pembangunannya, ditetapkan pula Visi dan Misi, dari Kabupaten Merangin. Ada pun Visi dan Misi dari Kabupaten Merangin adalah VISI, pengembangan sistem Informasi Kesehatan Kabupaten Merangin. “Terwujudnya Informasi Kesehatan yang Evidence Based di Kabupaten Merangin”.

    Sementara Misinya, untuk mewujudkan Visi yang ditetapkan, maka perlu didukung oleh Misi sebagai satu pernyataan dalam menetapkan tujuan dan sasaran yang akan dicapai. Adapun Misi, dari pengembangan System Informasi Kesehatan Kabupaten Merangin, adalah.

    Pertama, Mengembangkan pengelolaan data yang meliputi pengumpulan, penyimpanan, pengolahan dan analisis data. Kedua, Mengembangkan pengemasan data dan informasi dalam bentuk bank data, profil kesehatan, dan kemasan- kemasan informasi khusus.

    Misi, ketiga. Mengembangkan jaringan kerjasama (kemitraan) dalam pengelolaan data dan informasi kesehatan. Keempat. Mengembangkan pendayagunaan data dan informasi kesehatan.

    Merangin, sebagaimana geografisnya, wilayahnya berbatasan dengan. Sebelah Timur, dengan Kabupaten Sarolangun. Sebelah Barat, dengan Kabupaten Kerinci. Sebelah Utara, dengan Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo. Sebelah Selatan, dengan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
    Ilustrasi. Ujung Tanjung, Muaro Mesumai dan Pasar Bawah, Kota Bangko direkam Lensa Camera, diambil dari Atas Bukit, 9 Juni 2013, disitu Jam Gento, berdiri. (ft/dok/Istimewa-Neone).

    Bila dilihat dari kondisi topografis wilayah Kabupaten Merangin secara umum dibagi dalam tiga bagian. Dataran rendah, Dataran sedang dan Dataran tinggi. Berada diatas ketinggian, berkisar antara 10-1.206 Meter DPL, dengan bentang alam rata-rata bergelombang.

    Pada Dataran rendah, terletak pada ketinggian 0-100 Meter DPL, dengan luasan 42.77 Persen luas kabupaten. Wilayah Dataran sedang, terletak antara 100-500 Meter DPL, seluas 32.53 Persen luas kabupaten.

    Sedangkan Dataran tinggi, terletak lebih dari 500 Meter DPL, seluas 14.5 Persen, dari luas Kabupaten Merangin meliputi Kecamatan Jangkat, Muara Siau, Lembah Masurai, Sungai Manau dan sebagian Tabir Ulu. Dataran rendah meliputi Kecamatan Bangko, Pamenang, Tabir, Tabir Selatan dan sebagaian Tabir Ulu.

    Dilihat, Demografi. Kabupaten Merangin pada Tahun 2010, berpendsuduk 336.050 Jiwa. Hasil, Sensus Penduduk Tahun 2000, tercatat sebanyak 254.203 Jiwa. Mereka, kebanyakan penduduk, rata-rata masih didominasi kelompok usia muda.

    Dari jumlah penduduk Kabupaten Merangin, menunjukkan bahwa jumlah penduduk dari tahun ketahun mengalami peningkatan, bertambahnya penduduk dapat diakibatkan pertumbuhan alami maupun pengaruh Migrasi. Pendudk Kabupaten Merangin, terdiri dari berbagai macam suku agama dan kepercayaan mereka hidup damai.

    Kini, Kabupaten yang berulangtahu8n, ke-48 6 Agustus 2013, memiliki 24 Kecamatan, meliputi Kecamatan Jangkat, Sungai Tenang, Muara Siau, Lembah Mesurai, Tiang Pumpung, Pamenang, Pamenang Barat, Renah Pamenang, Pamenang Selatan, Bangko, Bangko Barat, Nalo Tantan, Batang Mesumai, Sungai Manau, Renah Pembarap, Pangkalan Jambu, Tabir, Tabir Ulu, Tabir Selatan, Tabir Ilir, Tabir Timur, Tabir Lintas, dan Kecamatan Tabir Barat.

    Sumber : Data Pemkab Merangin

    Muara Karing (Geopark Merangin)


    Muara Karing (Geopark Merangin)
    Lokasi ini adalah tempat ditemukannya beberapa fosil tunggul pohon berumur sekita 300 juta tahun. Batuan yang mengalasi fosil tumbuhan tersebut adalah formasi Mengkarang yang terdiri atas batuan sedimen bercampur dengan material gunung api yang menghampar hampir di seluru dasar Sungai Karing.

    Kayu yang telah menjadi fosil | Deri

    Batuan ini lah yang mengawetkan tumbuhan tersebut sehingga keberadaannya masih dapat kita jumpai hingga sampai saat ini. Fosil tumbuhan yang dapat dijumpai dilokasi ini antara lain : jenis Calamites Macralethopoteris (sejenis tumbuhan pakis) dan Cordaites (sejenis tumbuhan pandan). Hal ini menunjukkan bahwa pada sekita 300 juta tahun yang lalu daerah tersebut merupakan hutan dengan pohon pohon besar yang diselingi dengan tumbuhan perdu.

    Fosil Pakis | Deri

    Muara Karing | Foto Deri

    Jeram Ladeh 
    http://bumimerangin.blogspot.com/2013/11/dry-trek-new-air-batu-to-muara-karing.html

    Goa Sengering dan Goa Bujang Bangko,Jambi

    Goa Sengering dan Goa Bujang Bangko,Jambi. Indonesia memang memiliki banyak keindahan alam yang sangat menawan, Salah satunya wisata alam perut bumi (goa). Goa dengan bentuk yang alami dan semua cerita sejarah yang bisa hadir di  Goa Bujang dalamnya mampu menghipnotis dan membuat pengunjung yang datang terpesona.

    Salah satunya adalah Goa Sengering, Keberadaan Goa Senggring belum begitu terpublikasikan dibandingkan dengan objek wisata alam lainya yang terdapat di Merangin.

    Goa ini memiliki keunikan yang sangat menarik dimana bebatuanya yang sangat dominan dengan gaya dan bentuk yang berbeda-beda bahkan ada yang menyerupai gorden dan dihiasi dengan butiran air yang berkilau apabila terkena cahaya. Goa ini terdapat di Desa Sengering, Kecamatan Sungai Manau sekitar 40 KM dari Kabupaten Merangin.

    Terowongan Goa Bujang
    Untuk mencapai lokasi ini bisa menggunakan kendaraan umum bahkan dengan kendaraan bermotor dari Desa Sengering. Keberadaan gua ini dapat dicapai sekitar 1 jam perjalanan dari Desa Sengering melintasi aliran Sungai Sengering menuju ke arah Utara.

    Di dalam gua terdapat kehidupan binatang seperti kelelawar, wallet, jangkrik goa, dan banyak binatang lainya di dalam gua ini di aliri oleh air sungai yang bermuara ke Sungai Mesumai. Di sekitar mulut Goa Sengering juga terdapat air terjun dengan ketinggian 4-5 meter. Di dalam goa ini sangatlah gelap maka dibutuhkan alat penerangan untuk melakukan penelusuran. 

    Selain itu, yang terpenting adalah kekompakan tim dalam penelusuran gua ini. Goa Sengering memiliki panjang 305 meter dengan kelebaran sekitar 20 meter, ketinggian gua kurang lebih sekitar 25 meter dengan batuan yang tajam maka dari itu perlu kehati-hatian dalam penelusuran go ini.

    Stalagmit Goa Bujang
    Di sekitar Goa Sengering juga terdapat Goa Bujang yang jaraknya tidak terlalu jauh dari mulut Goa Sengering. Bila ditempuh dengan jalan kaki sekitar 10 menit dari Goa Sengering menuju ke arah Utara kita sudah dapat melihat mulut Goa Bujang dengan jarak sekitar 800 meter dari mulut Goa Sengering di dalam Goa Bujang juga di lengkapai dengan berbagai bentuk ornamen goa dan di dalamnya juga terdapat air terjun dengan ketinggian 6 meter. Namun, untuk mencapai air terjun ini kita harus rela merayap di atas bebatuan yang terdapat di lorong kecil di dalam perut gua ini sebelum memaskuki gua Bujang haruslah mencuci muka dan berdoa sebelum melakukan penelusuran gua. Konon kepercayaan penduduk setempat agar kita dapat melihat dengan jelas saat kita melakukan penelusuran goa. 

    Terowongan Goa Bujang

    Info transportasi

    Bangko- sei manau 32 km dapat ditempuh dengan kendaraan umum sekitar 1,5 jam.
    Desa sengering- goa sengering berjalan kaki sekitar 1 jam melewati jalan setapak sungai sengering.

    http://bumimerangin.blogspot.com/2013/11/gua-senggering-bangkojambi.html

    Goa Sengayau, biarlah tetap seperti itu

    Kawasan Goa Sengayau terletak di Desa Sungai Pinang Kecamatan Sungai Manau Kabupaten Merangin. Kawasan Goa Sengayau dengan luas sekitar 10.000 ha merupakan daerah perbukitan yang termasuk dalam kawasan zona penyangga (Bufer zona) Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS). Dalam laporan Ekspdisi Mapala SIGINJAI Unja 2008, bahwa di Kawasan Goa Sengayau terdapat 43 buah goa dan dari 43 goa tersebut baru 12 goa yang sudah di petakan (Mapping) oleh Mapala SIGINJAI Unja. Walaupun laporan itu masih simpang siur dengan informasi dari masyarakat karena menurut masyarakat setempat ada sekitar 100 buah goa di kawasan ini, tapi itu adalah data yang pertama untuk goa yang ada di kawasan Goa Sengayau.

    Untuk menuju kawasan Goa Sengayau dari Jambi membutuhkan waktu 8 jam dengan menggunakan bus ke arah Kerinci, berhenti di pasar Sungai Manau dan melanjutkan ke Sungai Pinang dengan menggunakan transportasi local yang langsung berhenti di pesenggerahan jembatan tiga. 

    Dari jematan tiga menuju kawasan goa sekitar 30 menit dengan berjalan kaki. Trek yang di lalui cukup terjal dengan kemiringan 35 derajat dengan vegetasi hutan yang sudah heterogen. Setelah 30 menit berjalan, kita memasuki kawasan Goa Sengayau dengan di tandai bebatuan dan mulai terciumnya bau kotoran kelelawar (Tadarida pucata) yang menjadi khas kompleks Goa Sengayau, biasanya para caver langsung menuju lokasi camping ground yang berhadapan langsung dengan pintu utama Goa Sengayau yang juga menjadi pintu Goa Masjid. 

    Di lokasi camping ground cukup luas sekitar 6x15 meter dan juga terdapat sumber air yang cukup melimpah. Selain itu juga terdapat pondok para penjaga goa, kawasan goa ini memang di jaga karena di dalam goa banyak terdapat burung walet (Collocalia fucphaga).

    Kawasan karst Goa Sengayau memang masih sangat alami karena sangat jarang di kunjungi, kondisi medan yang berat dan berbukit-bukit serta jarak yang cukup jauh, hanya Caver dan penduduk desa setempat yang sering ke goa ini. Di lokasi camping ground saat pagi hari menjadi kenikmatan tersendiri karena kicauan burung di lokasi yang hijau menemani para caver untuk mempersiapkan kegiatan eksplor di goa sekitar Sengayau. 

    Beberapa nama goa yang terdapat di kompleks Goa Sengayau yaitu Goa Masjid, Goa Ahmad, Goa Tancap, Goa Ventaris, Goa Riben, Goa Siginjai, Goa Asap, Goa Air Daya, Goa Sempit, Goa Lapangan, Goa Batang dan masih banyak lagi baik vertical maupun horizontal. Ada keunikan tersendiri di kawasan Goa Sengayau, karena siapa yang pertama menemukan Goa, maka nama dialah yang melekat untuk goa tersebut dan ini sudah menjadi kebiasaan, seperti Goa Ahmad, Goa Ventaris dll.

    Goa Masjid merupakan goa terbesar di kawsan Goa Sengayau dan termasuk goa horizontal yang mempunyai panjang lorong sekitar 513,5 meter. Di namakan Goa Masjid karena terdapat ruangan yang besar yang atapnya menyerupai kubah di masjid. Goa Masjid paling sering di kunjungi di antara goa yang lain dan ini berdampak banyaknya coretan di dinding goa, ini sangat di sayangkan sekali buat pengunjung yang mempunyai sikap vandalis. Seharusnya pengunjung mempunyai jiwa konservatif yang peduli pada kelestarian goa ini.

    Goa Lapangan termasuk goa vertical dengan kemiringan 90 derajat, di namakan Goa Lapangan karena goa ini mempunyai ruangan yang cukup luas sekitar 2/3 dari luas lapangan sepak bola. Goa Lapangan mempunyai 2 pintu yang pertama dengan vertical yang kedalamannya 40 meter selanjutnya ketemu ruangan yang luasnya sekitar 2/3 lapangan sepak bola kemudian melanjutkan perjalanan dengan melewati beberapa lorong dan ornament-oernament yang memanjakan mata. Jalan tembusnya ke Goa Masjid dan melewati air terjun setinggi 4 meter.

    Lorong-lorong antara goa yang satu dengan yang lain saling berhubungan dan seperti goa lapangan tembusnya ke goa masjid dan di lorong goa masjid ketemu persimpangan dan itu termasuk goa tancap bias juga langsung menuju goa siam, jadi antara goa yang satu dengan yang lain saling berhubungan tanpa kita harus keluar dulu untuk menuju goa berikutnya. 

    Ornament yang terdapat di dalam goa masih cukup alami dan masih bisa tumbuh walaupun butuh ribuan tahun. Sepanjang lorong goa, stalaktit, stalakmit, gourdam, helaktiti dan pilar masih bisa dinikmati dan sangat memanjakan mata. Bahkan di beberapa tempat ada patung batu yang menyerupai gajah dan patung yang menyerupai orang dengan posisi duduk seperti sedang sholat.

    Beberapa jenis flora dan fauna yang mendominasi kawasan goa sengayau seperti Kelapa (Cocous nucifera), Pisang (Musa paradisiacal), Mangga (Mangifera indica), Durian (Durio zibethinus) Bambu (Bambusa), Keladi (Colocasia), Walet Sarang Putih (Collocalia fucphaga), Seriti (Collocalia asculanta), Kutilang (Phycnomutus aurigaster), Perkutut (Geopelia striata), Terkukur (Streptopelia cinarsis), Kelelawar (Tadarida pucata), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Lutung (Presbytis cristata) dll.

    Kawasan Goa Sengayau dengan potensi ekowisatanya mempunya nilai strategis untuk kemajuan wisata minat khusus di Provinsi Jambi khususnya daerah Kabupaten Merangin. Penerapan wisata goa harus terus berdampingan dengan kelestarian lingkungan, biarlah kawasan Goa Sengayau tetap alami dengan keindahan ornament goanya dan ini Perlu perlindungan hukum supaya kawasan ini tetap terjaga keasriannya. 

    Biarlah para caver yang bisa menikamtinya dari pada terlalu banyak pengunjung yang akhirnya berdampak pada kerusakan struktur goa, kalaupun orang awan ingin menikmati keindahan goa sengayau harus mempunyai jiwa konservatif agar kawasan goa sengayau tetap terjaga ke asliannya.
    http://abussiraj.blogspot.com/2012/01/goa-sengayau-biarlah-tetap-seperti-itu.html

    Prasasti Karang Berahi

    Prasasti Karang Berahi
    Prasasti Karang Berahi terletak di Dusun Batu Bersurat, Desa Karang Berahi, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi. Secara astronomis berada pada koordinat 02º03’16.22” LS dan 102º28’09.73” BT. Di situs ini ditemukan sebuah prasasti batu kemudian dikenal dengan nama Prasasti Karang Berahi.


    Prasasti ini bertuliskan aksara Pallawa dan berbahasa Melayu Kuno, pertama kali ditemukan pada tahun 1904 oleh L. Berkhout, seorang kontrolir Belanda untuk daerah Bangko. Penemuan prasasti ini kemudian diteliti N.J. Krom, yang menyatakan Prasasti Karang Berahi merupakan salah satu prasasti yang dikeluarkan Kedatuan Sriwijaya. Krom juga membandingkan baik isi dan karakter huruf Prasasti Karang Berahi mirip dengan Prasasti Kotakapur (686 M) yang ditemukan di Pulau Bangka.

    Masih terkait dengan Situs Karang Berahi, yaitu adanya temuan struktur bata di lahan bekas persawahan penduduk di barat desa sekitar 200 m dari Sungai Merangin. Struktur bata yang ditemukan memiliki denah empat persegi panjang dengan ukuran 5,26 x 1,96 m. Di bagian bawah bangunan terdapat 4 buah tempayan yang berisi butiran emas dan manik-manik kaca, temuan ini rupa-rupanya juga menjadi bukti tentang adanya sebuah aktivitas kehidupan pada masa lalu dan terkait erat dengan keberadaan prasasti tersebut.

    Situs Batu Silindrik Pratintuo

    Situs Batu Silindrik Pratintuo terletak di Desa Dusun Tuo, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi yang secara astronomis berada pada koordinat 02º21’21.08” LS dan 101º53’47.03” BT. 

    Batu silindrik tersebut terletak di puncak bukit lematang dan orientasinya menghadap ke puncak Gunung Nilodingin. Lokasi temuan tersebut dibatasi oleh sebuah aliran sungai serta parit keliling selebar 2 m. Menurut penuturan masyarakat setempat parit tersebut pada waktu ditemukan sangat dalam dan lebar. Batu silindrik yang oleh masyarakat sekitar disebut Batu Larung ini berbentuk bulat panjang dan berukuran 3,45 x 0,94 m. 

    Pada bagian pangkal dan ujungnya terdapat hiasan yang berbentuk lingkaran (cincin) yang ditengahnya terdapat bentuk gong. 

    Sementara pada bagian tengah batu terdapat hiasan yang berupa 5 buah lingkaran ganda. Selain itu, juga terdapat 6 buah relief manusia kangkang yang mengapit sebuah lubang segi empat berukuran 0,32 x 0,32 m yang ditengahnya terdapat sebuah lubang bulat berdiameter 0,20 m dengan kedalaman 0,12 m. Pada kedua sisi pahatan manusia tersebut diberi pembatas berupa 2 buah garis lurus yang memanjang sejajar dengan panjangnya batu tersebut.

    Gua Sengering (Tiangko Ulu)

    Situs Gua Sengering terletak di Desa Sengering, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi yang secara astronomis berada pada koordinat 02º01’21.08” LS dan 101º56’29.19” BT.

    Lokasi gua ini berada di bagian hulu Bukit Tiangko yang berjarak sekitar 5 km dari Desa Sengering. Untuk mencapainya harus mendaki 2 buah bukit dan menyusuri sebuah aliran sungai, serta memanjat tebing yang cukup terjal.

    ​Berdasarkan pengamatan diketahui bahwa kondisi dinding gua sangat gelap dan lembab, serta ruangannya sangat luas. Ruangan yang paling bawah, yaitu ruang yang paling besar dan panjang merupakan jalur air (aliran sungai di bawah tanah) yang mata airnya berasal dari puncak bukit. Ruangan diatasnya (agak kecil) terdiri dari beberapa ruangan (ceruk) dan diduga merupakan jalur rembesan air tanah yang berasal dari atasnya. Pintu masuk Gua Sengering mempunyai lebar sekitar 10 m, sedangkan pintu keluarnya mempunyai lebar 1 m yang sekaligus merupakan jalan keluarnya hulu air Sungai Tiangko.

    ​Menurut informasi masyarakat setempat di dalam gua ini pernah ditemukan sisa-sisa kegiatan masyarakat purba yang berupa alat serpih dan pecahan gerabah. Namun, mengingat sungai di dalam gua sering banjir, maka sisa-sisa lapisan budaya yang pernah terkandung di dalamnya ikut hanyut terbawa air.

    Situs Batu Silindrik Bukit Ranah Luas

    Situs Batu Silindrik Bukit Ranah Luas
    Situs Batu Silindrik Bukit Ranah luas terletak di Bukit Ranah Luas, Desa Dusun Tuo, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi. secara astronomis berada pada koordinat 02º06’12.97” LS dan 102º00’48.68” BT

    Batu Silindrik tersebut terletak di tengah hutan rimba di dekat Sungai Seluang. Saat ini kondisinya sudah tidak utuh lagi. Bagian pangkalnya telah hancur akibat dipecahkan oleh penduduk yang menduga di dalamnya terdapat emas. Batu silindrik tersebut berukuran 2,20 x 1 x 1 m. Posisinya telah berpindah tempat karena bagian dasarnya (bagian yang rata) tidak lagi berada di bawah, melainkan sudah berada pada posisi menyamping.

    Situs Renah Kemumu

    Situs Renah Kemumu terletak di Desa Renah Kemumu, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Propinsi Jambi. Di situs ini terdapat tinggalan megalitik yang berupa tempayan kubur, batu silindrik berrelief (batu larung) dan alat serpih bilah.

    Sebaran tempayan kubur yang berjumlah 16 buah ditemukan di areal pemukiman. Tempayan-tempayan tersebut berdiameter antara 60-100 cm dan tinggi sekitar 80 cm, serta berisi pasir dan tanah. Menurut beberapa penduduk, dibawah jalan setapak selebar 120 cm dan tebal 20 cm yang terletak di tengah desa juga terdapat beberapa tempayan yang tertimbun di dalam tanah akibat adanya pembuatan jalan setapak.

    Penemuan pertama batu silindrik yang ada di situs ini dilaporkan oleh J. David Neidel pada tanggal 15 Januari 2002. Batu silindrik tersebut ditemukan sekitar 3 km ke arah timur Desa Renah Kemumu, tepatnya di sebuah lahan perkebunan di puncak bukit milik Bapak Jamin. Batu silindrik ini terbuat dari batu andesit yang berbentuk bulat panjang dengan ukuran 3,45 x 1,05 x 0,86 m. Pada bagian pangkalnya terdapat hiasan berupa relief binatang dengan posisi berdiri.

    Adapun alat serpih bilah ditemukan di permukaan tanah sepanjang jalan antara Desa Renah Kemumu dan Desa Tanjung Kasri, yakni sekitar 5 km. Alat serpih bilah ini terbuat dari batu obsidian berwarna hitam keabu-abuan dan mengkilap. Jenisnya berupa pisau, mata panah, mata tombak, serut ujung, dan gurdi. Sebagian besar berupa tatal dan batu inti.

    Objek Wisata di Kabupaten Merangin

     http://mengenaljambi.blogspot.com/2014/06/objek-wisata-di-kabupaten-merangin.html
    Objek Wisata di Kabupaten Merangin. Objek wisata alam yang menjadi andalan daerah ini yang menjadi tujuan wisata yang rnenarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara terinventarisi sebagai berikut :

    Goa Ulu Tiongko

    Goa Ulu Tiongko seluas 1 ha. terletak di kecamatan Sungai Manau mempunyai keanekaragaman flora dan fauna. Habitat fauna burung walet dan kelelawar serta fenomena goa alam. Dikawasan ini pada radius 2-5 km terdapat 10 buah goa dengan beraneka ragam berbentuk yang unik dan menarik, terbuat dari stalagtit yang aiami seperti goa sengering, goa mesjid, goa keruh, goa teretak, goa pancur, goa batu. Goa tali, goa putih, goa senamat
    dan goa sungai batang.Lokasi goa ini terletak 9 km dari ibukota kecamatan Sungai Manau. 

    Potensi lain yang mendukung objek goa Ulu Tiongko seperti :

    1. Grao Solar, Grao Nguah, Grao Kunyit di Jangkat lebih kurang 76 km dari Bangko. Keunikan grao ini adalah semburannya mencapai ketinggian 15 m dan sangat jernih. Hutan disekitar ini merupakan habitat gajah serta berbagai jenis satwa lainnya.
    2. Gunung Masurai di Dusun Sungai Lalang kecamatan Muara Siau
    3. Gunung Sumbing, Lokasi padang satwa Inung Raya Guning Sumbing di dusun Tuo kecamata Muara Siau dapat dicapai satu hari perjalanan dari Dusun tuo melalui jalan setapak. Di Dusun juga terdapat batu karang dan air terjun Segerincing.
    4. Danau Pauh mempunyai luas lebih kurang 80 ha. dengan ketinggian lebih kurang 1.200 M DPL. terletak di kecamatan Jangkat.
    5. Danau Depati Empat dengan luas lebih kurang 271 ha. terletak di kecamatan Jangkat. Apabila diterpa sinar matahari pada sang hari akan terlihat airnya mempunyai tiga warna.
    6. Arung jeram sungai Merangin.
    Objek Wisata Budaya
    1. Perkampungan kuno Rantau Panjang, Perkampungan kuno Rantau Panjang kecamatan Tabir berjarak lebih kurang 30 km dari kota Bangko. Diperkampungan ini terdapat lebih kurang 32 rumah tradisonal berukuran besar dan
    2. diperkirakan berumur lebih kurang 500 tahun yang banyak menyimpan benda-benda pusaka. Salah satu rumah dipugar menurut aslinya dibawah pengawasan pemerintah (monomentenosdonasi starblad 1931 No.238). Dikalangan masyarakat masih banyak ditemukan benda-benda budaya dan sejarah seperti upacara adat, tenun ikat Jambi dan batik Jambi.
    3. Pendulangan emas secara tradisional di sungai Batang Merangin.
    4. Objek Wisata Arboretum Rio
    5. Objek wisata ini merupakan tempat penangkaran buaya terdapat di dusun Mudo 5 km dari kota Bangko.
    6. Sungai Misang yang indah yang dijadikan pusat kegiatan MTQ Provinsi Jambi tahun 2OO1 merupakan satu kawasan hutan alami yang berkaitan dengan objek wisata Ujung Tanjung Muara Mesumai dan Gento/ Tugu Nasional.
    7. Menara jam (Gento Merangin) di Bangko. Dari sini dapat dilihat lokasi pasar Bangko, perkantoran dan pemukiman penduduk. Dibawah gento ada bangunan tempat radio pemda Merangin mengudara menyapa penggemarnya.

    Dam Betuk Bangko

    Dam Betuk Bangko. Panduan Wisata menuju dam betukObjek wisata dam betuk berada di daerah kecamatan tabir lintas, kabupaten merangin propinsi jambi. Objek wisata dam betuk yang dalam bahasa jambi dam=bendungan atau waduk jadi dam betuk adalah waduk yang bernama betuk

    Asal kata betuk konon dari nama ikan betok, di waduk ini banyak ikan betok nya.

    Keindahan waduk ini menyimpan pesona yang mungkin belom banyak di dengar sampai ke seluruh indonesia,namun demikian objek wisata dam betuk ini selalu meningkatkan mutu pelayanan para pengunjung sehingga nantinya akan menjadi objek wisata andalan baik tingkat propinsi bahkan ke manca negara.

    Panduan menuju dam betuk

    Dengan pesawat

    • dari kota anda menuju jambi di bandara sultan taha, selanjutnya anda bisa naik travel ke kota bangko, sekitar 3 jam perjalanan. Anda bisa menginap di kota bangko atau jika masih siang anda bisa naik angkutan pedesaan jenis carry minibus yang ada di pasar atas atau pasar bawah.atau menyewa mobil rental.

    Dengan kendaraan pribadi

    1. Anda dari arah padang,medan via padang,riau via kiliran jaoanda akan menjumpai kota muara bungo, ada simpang 3 yang kiri ke jakarta via tebo dan lurus menuju kota bangko,perjalanan sekitar ±65km jalan masuk ke dam betuk di sebelah kanan (ada petunjuk objek wisata di pinggir jalan)
    2. Dari arah bengkulu via lubuk linggau.Sampai di Simpang 3 di lubuk linggau anda belok kiri arah padang, perjalanan 2 jam anda akan menemukan kota sarolangun terus lurus, 1 jam selanjutnya memasuki kota bangko tetap ambil arah lurus melewati jalur tiga bangko, sekitar 18 km dari bangko ada simpang kekiri menuju dam betuk(ada penujuk objek wisata di plang hijau dishub)
    3. Dari jakarta via palembang menuju jambitiba di jambi ada simpang tiga namanya simpang rimbo,ambil arah kiri menuju muara bulian lanjut muara tembesi ada simpang tiga ambil kiri arah sarolangun terus menuju sarolangun ada simpang 3 dekat jembatan ambil arah bangko(padang) sampai kota bangko kalau sudah malam sebaiknya anda menginap dulu,dari bangko ambil arah kota padang, ±18 Km dari kota bangko ada simpang ke kiri ada penunjuk objek wisata dijalan.

    Dengan bus dari jakarta anda tidak melewati objek wisata ini, turunlah di kota jambi dan cari travel di simpang rimbo yang akan membawa anda ke kota bangko. Selanjutnya naik ojek atau angkutan pedesaan carry minibus jurusan muara bungo.atau menyewa kendaraan sperti avanza,xenia, kijang kapsul dll.

    Catatan:

    Di objek wisata ini belum ada penginapan. Bila anda tiba di kota bangko sore atau malam hari sebaiknya menginap dulu di kota bangko

    Selamat berwisata.

    Gua Tiangko Merangin

    Objek Wisata Gua Tiangko terletak di Desa Tiangko, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Jambi atau sekitar 9 km dari Sungai Manau. Bukan hanya Gua Tiangko yang berada di Desa Tiangko, tetapi juga beberapa gua lainnya. Konon dahulu daerah ini dijadikan tempat tinggal manusia purba. 

    Gua Tiangko salah satunya, gua ini dahulu di tempati oleh sekelompok manusia purba, 9000 tahun silam. Keadaan dalam gua sama seperti gua lainnya, terdapat stalaktit dan stalagmit.

    Geopark Merangin

    Taman Bumi Merangin atau yang lebih kerap disebut Geopark Merangin diperkirakan sudah berusia 300 juta tahun. Dibandingkan dengan geopark yang ada di Cina dan Amerika Serikat, Geopark Merangin dianggap bernilai lebih tinggi, sebab kondisinya relatif masih terjaga, karena berada di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Geopark ini berlokasi di Kabupaten Merangin, sekitar 4-5 jam dari pusat Kota Jambi.

    Terdapat fosil tumbuhan yang usianya mencapai 350 juta tahun. Beberapa diantaranya adalah Taeniopteris sp, dan Lepidodenron sp. yang menjadi makanan dinosaurus. Uniknya, di provinsi-provinsi sekitar Jambi tak ditemukan fosil tanaman yang serupa. Justru di Indochina lah dua jenis tumbuhan tersebut ada. Tak heran jika akhirnya para ahli geologi kemudian berspekulasi bahwa Jambi adalah potongan Indochina.

    Selain itu, fakta menarik tentang Jambi yang terlihat di Geopark Merangin ini adalah ditemukannya fosil kerang laut yang juga berusia ratusan juta tahun. Hal ini menjadi indikator bahwa Jambi pernah berada di bawah permukaan laut.

    Geopark Merangin potensial mendapat pengakuan UNESCO, bahkan lebih dari geopark-geopark di negara lain. Penelitian dan pengembangan terus dilakukan di kawasan tersebut. Harapannya, pada 2015, Geopark Merangin yang kini dianggap sebagai ladang riset geologi dunia mendapat pengakuan resmi dari UNESCO sebagai salah satu warisan dunia.

    Meski lokasi geopark ini baru ditemukan pada tahun 1980 dan mulai dikembangkan pada 2011, namun keberadaan Geopark Merangin telah menarik perhatian tak hanya peneliti, namun juga wisatawan lokal dan mancanegara.

    Selain sebagai objek wisata minat khusus, Sungai Batang Hari yang berada tepat di sisi geopark ini juga dapat dimanfaatkan wisatawan untuk berarung jeram. Panjang sungai yang dijadikan lokasi arung jeram adalah 10 Km, dengan waktu tempuh 1,5 – 2 jam.
     
    Support : Creating Blog | SEPRIANO | PARIWISATA JAMBI
    Copyright © 2016. PARIWISATA JAMBI - All Rights Reserved
    Template Created by Blogger Published by Blogger
    Proudly powered by Blogger