Headlines News :
SELAMAT DATANG DI BLOG PARIWISATA JAMBI

    Mengenal Jambi

    Search This Blog

    Translate

    Showing posts with label AIR TERJUN. Show all posts
    Showing posts with label AIR TERJUN. Show all posts

    Air Terjun Ranah Sungai Ipuh

    Air Terjun Telun Berasap Kota Jambi menjadi salah satu obyek wisata unggulan yang memiliki panorama keindahan alam yang begitu indah serta ditambah dengan adanya desiran suara air terjun yang berasal dari Danau Gunung Tujuh. Air terjun tersebut merupakan air sungai yang mengalir yang nantinya berhulu di Danau Gunung Tujuh. Air inilah yang nantinya akan dialirkan melewati tebing terjal dimana tebing tersebut memiliki ketinggian sekitar 50 meter.

    Air terjun inilah yang dapat mengeluarkan Aura pesona alam yang begitu indah yang terpancarkan dari tempat ini. Bahkan akibat derasnya air terjun yang terus mengalir sangat deras, dapat menimbulkan gelintingan air terjun yang terus menerjang karang yang nantinya dapat menghasilkan butiran-butiran dan mengakibatkan terjadinya kabut (asap) di sekelilingnya.

    Uniknya Air Terjun Telun Berasap Kota Jambiyang selalu mengalir deras

    Air Terjun Telun Berasap Kota Jambi ini, konon katanya terdapat sebuah goa yang tak satupun pernah dilalui oleh siapapun akibat derasnya air yang selalu mengalir deras. Sehingga akses keluar masuk ke gua tersebut sangat sulit dilalui. Bahkan hingga saat ini gua yang terdapat di balik air terjun tersebut belum pernah ditelusuri secara menyeluruh.

    Selain derasnya air terjun yang tak pernah henti menerjang karang, namun pada saat pagi hari. Di area sekitar Air Terjun Berasap ini dapat menikmati keunikan pancaran cahaya pelangi yang dapat menambah pesona warna kehidupan yang nampak semakin bersahabat dengan alam melalui air terjun tersebut.

    Sehingga tak ayal, dengan keragaman pesona alam yang dipancarkan oleh air terjun berasap ini. Menjadikan air terjun ini sebagai salah satu obyek wisata alam yang begitu alami yang sering kali dibanjiri oleh para pengunjung atau wisatawan yang datang ingin menyaksikan secara langsung panorama keindahan alam yang di iringi dengan desiran suara air terjun yang terus mengalir sangat deras.

    Namun perlu anda ketahui, jika anda ingin melihat atau mengabadikan gambar alam dan Air Terjun Berasap Kota Jambi ini secara dekat. Berhati-hatilah, sebab air terjun yang mengalir sangat deras ini dapat mengakibatkan kabut asap yang nantinya akan membuat anda nampak tidak jelas dan akan membasahi kamera anda.

    Air Terjun Punjung Empat - Bungo

    Air Terjun Punjung Empat - Bungo. Penamaan air terjun ini karena airnya berasal dari Bukit Punjung dengan puncak tinggi bertingkat. Searah bagian hulu dengan air terjun ini terdapat tiga buah gua alam. Cerukan gua bervariasi antara 3,5 sampai 35 meter dengan ketinggian permukaan 3 - 7 meter. Gua ini dikenal dengan nama Gua Batu Luah Muaro.

    Lokasi

    Terletak di Desa Rantau Keloyang Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Propinsi Jambi.

    Aksesbilitas

    Berjarak 26 km dari Muara Bungo dan dapat dicapai dengan kendaraan roda empat. Selanjutnya diteruskan dengan berjalan kaki sejauh 4 km dingga tiba di lokasi air terjun ini.

    Taman Nasional Bukit Dua Belas

    Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK. No. 258/Kpts-II/2000, dengan luas 60.500 ha
    Letak Kab. Soralangun Bangko, Kab. Batanghari, Kab. Bungo Tebo, Prop. Jamb
    Temperatur Udara -
    Curah Hujan -
    Ketinggian Tempat 30 - 430 m dpl
    Kawasan ini semula merupakan Cagar Biosfer Bukit Dua Belas yang ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 46/Kpts-II/1987 tanggal 12 Pebruari 1997 tentang Penunjukan Kawasan Hutan Propinsi Jambi seluas + 2.947.200 ha, diantaranya Hutan Suaka Alam dan Hutan Wisata seluas 602.000 ha, dimana kawasan cagar Biosfer Bukit Dua Belas termasuk didalamnya dengan fungsi HSAW seluas + 28.705 ha.

    Dalam perkembangannya, pada sebagian Hutan Produksi Terbatas dan Hutan Produksi Tetap disekitar Cagar Biosfer Bukit Dua Belas telah dicadangkan untuk beberapa kagiatan antara lain:
    • Pembangunan HTI PT. Sumber Hutan Lestari dengan sistem tebang habis + 19.100 ha, dimana sebagian kawasannya adalah kawasan hutan produksi terbatas.
    • Pembangunan HTI Rotan PT. Inhutani V seluas + 10.600 ha letaknya berbatasan langsung dengan Cagar Alam Biosfer Bukit Dua Belas, dan 500 ha diantaranya telah berupa tanaman rotan.
    • PT. Limbah Kayu Utama (HTI-Pertukangan) seluas + 19.300 ha (SK Menhut No. 327/Kpts-II/1998 yang letaknya cukup jauh dari Cagar Biosfer Bukit Dua Belas.
    • PT. Wana Perintis (HTI-Trans) seluas + 6.900 ha (SK. Menhut No. 781/Kpts-II/1996) telah ada pemukiman transmigrasi.
    • Disamping itu terdapat juga kegiatan pemanfaatan kayu dengan IPK yang dikeluarkan oelh Kanwil Dephutbun Prop. Jambi.

    Setelah Pencadangan tersebut muncul masalah dimana areal tersebut merupakan wilayah hak ulayat adat/wilayah pengembaraan Orang Rimba. Akibat konversi hutan alam menjadi Hutan Tanaman Industri yang menggunakan Sistem Tebang Habis dengan Permudaan Buatan, telah menyebabkan masyarakat Rimba kehilangan sumber daya alam yang menjadi sumber kehidupannya.

    Kekhawatiran terhadap dampak negatif dari pembangunan HTI terhadap kehidupan masyarakat Orang Rimba, telah mendorong masyarakat Orang Rimba besama-sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mengusulkan penghentian kegiatan pembangunan HTI menjadi perluasan Cagar Biosfir Bukit Dua Belas.

    Menteri Kehutanan melalui Keputusan No. 781/Kpts-VIII/1999 tanggal 27 September 1999 membentuk Tim Peninjau Lapangan Terhadap Kawasan Hutan yang diusulkan untuk Perluasan Cagar Biosfir Bukit Dua Belas dengan tugas untuk melakukan pengumpulan data dan informasi yang lengkap dan obyektif atas aspek ekonomi, sosial dan ekologi terhadap kawasan hutan yang diusulkan untuk perluasan Cagar Alam Biosfer tersebut.

    Hasil akhir dari proses tersebut di atas adalah telah dilakukan perubahan fungsi sebagian Hutan Produksi Terbatas Serengam Hulu seluas + 20.700 ha (dua puluh ribu tujuh ratus hektar) dan sebagian Hutan Produksi Tetap Serengam Hilir + 11,400 ha (sebelas ribu empat ratus hektar) serta penunjukan sebagian Areal Penggunaan lainnya seluas + 1.200 ha (seribu dua ratus hektar) dan kawasan Suaka Alam dan pelestarian alam (Cagar Biosfir Bukit Dua Belas) seluas + 27.300 ha (dua puluh tujuh ribu tiga ratus hektar) yang terletak di Kab. Sarolangon Bangko, Batanghari dan Bungo Tebo, Prop. Jambi menjadi Taman Nasional Bukit Dua Belas seluas + 60.500 ha melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 258/Kpts-II/2000 tanggal 23 Agustus 2000.

    Potensi Kawasan

    Areal Taman Nasional Bukit Dua Belas mempunyai luas 60.500 Ha, berupa perbukitan dataran rendah berada pada ketinggian + 30 - 430 m dpl. Secara geografis terletak di antara 102o31'37" sampai 102o48'27" Bujur Timur dan antara 1o44'35" sampai 2o03'15" Lintang Selatan. Secara administratif terletak di tiga wilayah kabupaten, yaitu Soralangun, Muaratebo dan Batanghari Prop. Jambi.

    Taman Nasional Bukit Dua Belas merupakan kawasan lindung yang mempunyai keunikan tersendiri, karena keberadaannya tidak terlepas dengan kehidupan masyarakat tradisional/Orang Rimba yang terdapat didalam dan sekitar kawasan taman nasional untuk mencari kehidupan sehari-hari seperti rotan, damar, kayu gaharu, dll.

    Flora dan Fauna

    Taman Nasional Bukit Dua Belas memliki berbagai jenis flora dan fauna, baik yang dilindungi maupun yang langka dan sumber obat-obatan.

    Jenis Mamalia Langka:

    Harimau (Panthera tigris sumatrensis), Beruang (Helarctos malayanus), Kancil (Tragulus napu), dan lain-lain.

    Jenis Burung Langka:

    Elang Ular Bido (Spilornis cheela), Enggang Klihingan (Anorrhinus amictus), Seluloyok (Anthracoceros malayanus), Rangkong Badak (Buceros rhinoceros), Buhung Gading (Buceros vigil), Paok Delima (Pitta granatina), dan Tiung (Gracula religiosa).

    Selain jenis mamalia dan burung langka tersebut di atas terdapat jenis lainya seperti: Ayam Hutan (Galus galus), Biawak (Varanus salvator), Kijang (Muntiacus muntjak), Nangoi (Sus barbatus), dan lain lain

    Jenis Flora

    Jenis Flora yang terdapat di taman nasional, antara lain: Jelutung (Dyera costulata), Getah Merah (Palaquium spp), Pulai (Alstonia scolaris), Kempas (Koompassia excelsa), Rumbai (Shorea spp), Cendawan Muka Rimau (Rafflesia hasseltii), Jemang atau Palem darah Naga (Daemononorops draco), dan lain-lain.

    Taman nasional Bukit Dua Belas memiliki jenis-jenis flora yang dapat digunakan sebagai obat-obatan seperti: Cendawan Balus (Pycnoporus sp), Tubo kayu, Tuno Akar, Tembalau, Paku Balus, Selusuh Kayu, Selusuh Akar, Akar Penyegar (Smilax zeylanica), Terap, Rotan Sio, Tunam dan Sentubung.
     
    Support : Creating Blog | SEPRIANO | PARIWISATA JAMBI
    Copyright © 2016. PARIWISATA JAMBI - All Rights Reserved
    Template Created by Blogger Published by Blogger
    Proudly powered by Blogger