Headlines News :
SELAMAT DATANG DI BLOG PARIWISATA JAMBI

    Mengenal Jambi

    Search This Blog

    Translate

    Showing posts with label PANTUN-JAMBI. Show all posts
    Showing posts with label PANTUN-JAMBI. Show all posts

    Petatah petitih Pantun Jambi


    Petatah petitih adalah merupakan sastra adat jambi yang berisikan nasehat dan pandangan-pandangan serta pedoman hidup yang baik, yang berisikan petunjuk-petunjuk dalam melakukan hubungan social dalam masyarakat.


    Contohnya :
    v Kurang sisik rumput menjadi
    Kurang siang jelupung tumbuh
    Artinya : Apabila dalam menghadapi setiap masalah, jika kurang hati-hati atau teliti, maka akan berakibat buruk.

    v Kecik dak besebut namo
    Besak dak besebut gela
    Artinya : Antara miskin dan kaya tidak ada perbedaan, yang miskin tidak disebutkan, yang kaya tidak dikatakan kaya.

    v Menarik rambut dalam tepung
    Rambut jangan putus
    Tepung jangan terserak
    Artinya : jika menyelesaikan suatu masalah harus dengan bijak.

    v Negeri aman padi menjadi
    Air jernih ikannyo jinak
    Rumput mudo kerbaunyo gemuk
    Turun kesungai cenetik keno
    Naik kedarat perangkap berisi
    Artinya : berdoa serta mengharap kebahagiaan dan keselamatan negeri

    v Kalau lah memahat diatas baris
    Kalau mengaji lah diatas kitab
    Rumah sudah jadi
    Ganden dan pahat dak bebunyi lagi
    Artinya : Setiap masalah apabila sudah diselesaikan (dimufakatkan) maka tidak akan atau tidak lagi timbul masalah itu dikemudian hari.

    v Supayo disisik disiangi dengan teliti
    Dak ado silang yang idak sudah
    Dak ado kusut yang idak selesai
    Artinya : Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, maka harus diteliti dengan baik dan diusahakan selesai dengan baik.

    v Bejalan hendak menepi
    Supayo idak tepijak kanti
    Becakap piaro lidah
    Supayo kanti idak meludah
    Artinya: Jika hendak berbuat haruslah berhati-hati

    v Di bulekkan karno nak digulingkan
    Di pipihkan karno nak dilayangkan
    Bulek aek dek pembuluh
    Bulek kato dek mufakat
    Artinya : Setiap masalah dicari jalan keluarnya, dan dicari kesepakatanya (mufakat).

    v Bunyi siamang dibukit pangkah
    Turun kelukuk makan padi
    Kalau tergemang ulak langkah
    Sementaro main belum jadi
    Artinya : Orang tua ikut memperhatikan gerak-gerik atau tingkah laku atau budi pekerti anak-anaknya

    Macam mano nian kelamnyo Kabut
    Mato Jangan di pejamkan
    Macam Mano nian susahnyo hidup
    Namun Sembahyang Jangan ditinggalkan
    Artinya : Bagaimanapun sulitnya hidup yang dijalani, jangan sampai meninggalkan shalat lima waktu

    v Kalau pandai berkain panjang
    Lebih dari kain sarung
    Kalu pandai berinduk semang
    Lebih dari ibu kandung
    Atrinya :contoh kisah orang yang ingin meninggalkan kampong halamanya dan ingin tinggal dikampung orang lain, disebut juga merantau.

    Bulat dapat digulingkan
    Pipih dapat dilayangkan
    Putih berkeadaan
    Merah dapat dilihat
    Panjang dapat diukur
    Berat dapat ditimbang

    Artinya : setiap keputusan seharusnya, dapat diuji kebenarannya dengan jelas menurut ukuran keadilan dan kepatutanya

    v Berjenjang naik bertanggo turun
    Turun dari takak nan di atas
    Naik dari takak nan di bawah
    Artinya : Setiap dalam pengambilan keputusan terdapat tingkatan-tingkatan pengambilan keputusan.

    v Rumah sudah, pahat idak berbunyi
    Api padam puntung tidak berasap
    Yang terjatuh biarlah tinggal
    Yang terpijak biarlah luluh

    Artinya : Dalam menetapkan keputusan yang berat atau rumit, harus dikuatkan dengan Janji setia menurut kenyataan hukum adat tersebut sangat besar pengaruhnya dalam menata kehidupan masyarakat yang taat kepada hukum.


    Kumpulan Pantun Melayu Jambi Terbaru

    Lah kucubo membeli kain
    kain kubeli idak serupo
    lah abang cubo beralih lain
    hati abang ingat ke adek jugo

    Jangan lh takut minyak tetumpah
    kapayang nenek agi babungo


    Atap di ambek bedesau desau
    jangan lupo mengambek tali
    biak lah badan jauh dirantau
    mungkin dirantau ado untung kami...

    ikan patin ikan seluang...
    digulai dengan asam jawo..
    ikutkan hati dirantau urang...
    tanah kelahiran bisa lupo....

    Aduh induk talunjuk ku luko
    pancung nyo rebung aur lah beduri
    sepantun pungguk terbang ke rimbo
    burung lah nang banyak talebih nyo benci

    Kalu ado burung yg lepeh
    jgn dtangkap dgn anak nyo
    jangan menjadi anak pamaleh
    idak lah senang hdup d dunio

    hari ini menanam padi..
    esok lusa munanam serai..
    malam ini kita bujadi..
    isuk pagi kito bercerai..

    makan nasi lauk sambal kangkung...
    makan besamo berawang pulo..
    rindulah hati nak balik ke kampung...
    apolah dayo badan lah ibo...

    Kumpulan Pantun nasehat Jambi

    Ayam disabung jantan dipaut

    Jika ditambat kalah laganya
    Asam di darat ikan di laut
    Dalam belanga bertemu jua

    Batang selasih permainan anak
    Daun sehelai dimakan kuda
    Bercerai kasih bertalak tidak
    Seribu tahun kembali juga

    Beli cempedak dari juana
    Mari dibelah di atas tudung
    Jika berhajat menyunting bunga
    Jumpa wali di atas gunung


    Berkurun lama pergi menjauh
    Wajah kulihat di dalam mimpi
    Kalau dah kasih sesama sungguh
    Kering lautan tetap kunanti


    Buah kuini jatuh tercampak
    Jatuh menimpa bunga selasih
    Biar bertahun di lambung ombak
    Tidak kulupa pada yang kasih

    Burung merbuk membuat sarang
    Anak enggang meniti di paya
    Tembaga buruk di mata orang
    Intan berkarang di hati saya




    Harum baunya si bunga tanjung
    Harumnya sampai ke puncak gunung
    Tuan umpama sekaki payung
    Hujan panas tempat berlindung

    Hujan panas turun berderai
    Guruh menyambar pohon jati
    Kasih sayang tak boleh bercerai
    Bagaikan rambut bersimpul mati

    Kain cindai dilipat-lipat
    Lipat mari tepi perigi
    Kalau pandai Tuan memikat

    Burung terbang menyerah diri

    Kalau menyanyi perlahan-lahan
    Dibawa angin terdengar jauh
    Kalau hati tidak tertahan
    Di dalam air badan berpeluh

    Kalau tuan pergi ke bendang,
    Jangan petik buah rumbia,
    Tuan umpama bulan mengambang,
    Cahaya meliput serata dunia.

    Kalau Tuan pergi ke Jambi
    Ambil air untuk jurobatunya
    Kalau Tuan hendakkan kami
    Bakar air ambil abunya

    Laju-laju perahu laju
    Lajunya sampai ke Surabaya
    Lupa kain lupakan baju
    Tetapi jangan lupakan saya

    Limau purut lebat di pangkal
    Batang selasih condong uratnya
    Hujan ribut dapat ditangkal
    Hati kasih apa obatnya?

    Melepuh kakiku terkena tunggul,
    Tunggul besar di tengah padang,
    Gelusuh hatiku melihat sanggul,
    Sanggul besar berbunga goyang.

    Orang berhuma di Pulau Balangan
    Asap apinya tabun-menabun
    Tuan laksana bunga kayangan
    Kuntum kasturi tangkainya embun

    Pohon sena cabangnya empat
    Mari terbang waktu pagi
    Kalau kena dengan makrifat
    Burung terbang menyerah diri

    Sayang Laksamana mati dibunuh
    Mati dibunuh Datuk Menteri
    Tuan umpama minyak yang penuh
    Sedikit tidak tertumpah lagi

    Sayang pelanduk
    di luar pagarMati ditembak patah kakinya
    Tujuh tahun gunung terbakar
    Baru sekarang nampak apinya

    Tajam tubuh si buah gading
    Hendaklah ikat bersama tali
    Hancur luluh tulang dan daging
    Namun kulupa tidak sekali

    Tebang gelam tebang kenanga
    Batang tumbang menimpa gedung
    Kumbang mengidam nak seri bunga
    Bunga kembang di puncak gunung

    Anak angsa mati lemas
    Mati lemas di air masin
    Hilang bahasa karena emas
    Hilang budi karena miskin

    Anak merak Kampung Cina
    Singgah berhenti kepala titi
    Emas perak kebesaran dunia
    Budi bahasa tak dapat dicari

    Angin kencang turunlah badai
    Seumur hidup cuma sekali
    Tunduk kepala jatuh ke lantai
    Jari sepuluh menjunjung duli

    Berbuah lebat pohon mempelam
    Rasanya manis dimakan sedap
    Bersebarlah adat seluruh alam
    Adat pusaka berpedoman kitab


    Bunga melati bunga di darat
    Bunga seroja di tepi kali
    Hina besi karena karat
    Hina manusia tidak berbudi

    Gadis Aceh berhati gundah
    Menanti taruna menghulur tepak
    Gula manis sirih menyembah
    Adat dijunjung dipinggir tidak

    Ikan berenang di dalam lubuk
    Ikan belida dadanya panjang
    Adat pinang pulang ke tampuk
    Adat sirih pulang ke gagang

    Air melurut ke tepian mandi
    Kembang berseri bunga senduduk
    Elok diturut resmi padi
    Semakin berisi semakin tunduk

    Angin teluk menyisir pantai
    Hanyut rumpai di bawah titi
    Biarlah buruk kain dipakai
    Asal pandai mengambil hati

    Dalam semak ada duri
    Ayam kuning buat sarang
    Orang tamak selalu rugi
    Macam anjing dengan baying

    Dayung perahu tuju haluan
    Membawa piring bersama rempah
    Kalau ilmu tidak diamalkan
    Ibarat pohon tidak berbuah

    Anak angsa mati lemas
    Mati lemas di air masin
    Hilang bahasa karena emas
    Hilang budi karena miskin

    Anak merak Kampung Cina
    Singgah berhenti kepala titi
    Emas perak kebesaran dunia
    Budi bahasa tak dapat dicari

    Angin kencang turunlah badai
    Seumur hidup cuma sekali
    Tunduk kepala jatuh ke lantai
    Jari sepuluh menjunjung duli

    Berbuah lebat pohon mempelam
    Rasanya manis dimakan sedap
    Bersebarlah adat seluruh alam
    Adat pusaka berpedoman kitab

    Bunga melati bunga di darat
    Bunga seroja di tepi kali
    Hina besi karena karat
    Hina manusia tidak berbudi

    Gadis Aceh berhati gundah
    Menanti taruna menghulur tepak
    Gula manis sirih menyembah
    Adat dijunjung dipinggir tidak

    Ikan berenang di dalam lubuk
    Ikan belida dadanya panjang
    Adat pinang pulang ke tampuk
    Adat sirih pulang ke gagang

    Air melurut ke tepian mandi
    Kembang berseri bunga senduduk
    Elok diturut resmi padi
    Semakin berisi semakin tunduk

    Angin teluk menyisir pantai
    Hanyut rumpai di bawah titi
    Biarlah buruk kain dipakai
    Asal pandai mengambil hati

    Dalam semak ada duri
    Ayam kuning buat sarang
    Orang tamak selalu rugi
    Macam anjing dengan baying

    Dayung perahu tuju haluan
    Membawa rokok bersama rempah
    Kalau ilmu tidak diamalkan
    Ibarat pohon tidak berbuah

    Encik Dollah pergi ka Jambi
    Pergi pagi kembali petang
    Kalau Tuhan hendak membagi
    Pintu berkancing rezeki datang

    Lagu bernama serampang laut
    Ditiup angin dari Selatan
    Layar dikembang kemudi dipaut
    Kalau tak laju binasa badan

    Orang haji dari Jeddah
    Buah kurma berlambak-lambak
    Pekerjaan guru bukanlah mudah
    Bagai kerja menolak ombak

    Padi segemal kepuk di hulu
    Sirih di hilir merekap junjungan
    Kepalang duduk menuntut ilmu
    Pasir sebutir jadikan intan.

    Masuk hutan berburu musang
    Musang mati dijerat orang
    Macam mana hati tak bimbang
    Ayam di sangkar disambar elang

    Pisau raut hilang di rimba
    Pakaian anak raja di Jeddah
    Karam di laut boleh ditimba
    Karam di hati bilakah sudah

    Apa guna kepuk di ladang
    Kalau tidak berisi padi
    Apa guna keris di pinggang
    Kalau tidak berani mati

    Anak Cina bersampan kotak
    Muatan sarat dengan ragi
    Biar retak bumi kupijak
    Kamu takkan kulepaskan lagi

    Kalau mengail di lubuk dangkal
    Dapat ikan sepenuh raga
    Kalau kail panjang sejengkal
    Jangan lautan hendak diduga

    Limau bentan di tepi tingkap
    Anak-anak melempar burung
    Harimau di hutan lagi kutangkap
    Inikan pula cicak mengkarung

    Orang menyeberang gunakan titi
    Titi dibuat tinggi di atas
    Dalam telur lagikan dinanti
    Inikan pula sudah menetas

    Ada seekor burung belatuk
    Cari makan di kayu buruk
    Tuan umpama ayam pungguk
    Segan mencakar rajin mematuk

    Asam kandis asam gelugur
    Ketiga asam si riang-riang
    Menangis mayat di pintu kubur
    Teringat jasad tidak sembahyang

    Pantun Melayu Propinsi Jambi

    Batanghari aeknyo tenang,
    Sungguhpun tenang deras ke tepi;
    Anak Jambi jangan dikenang,
    Kalo dikenang merusak hati.

    Hidup api pangganglah kuau,
    Kuau dipanggang si abang kaki;
    Maksud hati nak meraih pulau,
    Pulau dijago sinago sakti.

    Kami ba umo di lereng bukit,
    Rebahlah padi digiling batang;
    Kami umpamo si burung pipit,
    Kemano terbang di halau urang.

    Lubuk pungguk tepian napal,
    Tempat budak mencuci baju;
    Awak biduk nak serempak kapal,
    Idaklah mungkin nyo samo laju.

    Kalo ado gelang di tangan,
    Idak melurut cincin di jari;
    Kalo ado tunang awak nian,
    Idak merebut si tunang kanti.

    Bederai hujan di rimbo,
    Tibo di padi bederai jangan;
    Becerai kito di muko,
    Namun di hati becerai jangan.

    Kalu ado mobil ke Bungo,
    Numpanglah aku ke Rantau Panjang;
    Kalu ado cewek butanyo,
    Katokan aku sudah tabuang.

    Muaro Bungo medan buperang,
    Jepang masuk Belando lari;
    Hilang bungo dapat dikarang,
    Hilang kau kemano kucari.

    Kota Bangko bepagar bilah,
    Kota Jambi bepagar besi;
    Kota Bangko kutinggal sudah,
    Kota Jambi tempat ku jadi.

    Seberapo rimbun kayu di Jambi,
    Rimbunlah jugo kayu di Tungkal;
    seberapo rindu kau nan pegi,
    Rindulah jugo kami nan tinggal.

    Ke talang pegi mulatah,
    Pegi merumput lanyo padi mudo;
    Malang nian nasib kau antah,
    Tibo lah di mulut tebuang jugo.

    Anak cino menanam ubi,
    Ubi tetanam dimakan babi;
    Anak siapo nan bepantun tadi,
    Cubolah diulang sekali lagi.

    Macam mano awak nak mandi,
    Banyak lah bilah daripado buluh;
    Macam mano awak nak jadi,
    Banyak yang negah daripado nyuruh.

    Macam mano awak nak mandi,
    Anak buayo di bawah titin;
    Macam mano awak nak jadi,
    Adek kayo abang musekin.

    Cik Siti mngepang rambut,
    Rambut tekepang sebelah kanan;
    Kalo sudi surat disambut,
    Kalolah idak buanglah ke laman.

    Cubo-cubo main galumbang,
    Sampai ke tepi membao tampah;
    Cubo-cubo menanam mumbang,
    Nasib baik negeri betuah.

    Ragam Pantun Jambi

    Ampo padi sebap di angin...
    pecah baloh dek matohari...
    apo diharap kami yang miskin..
    basah buteduh dikayu mati...

    Bnyak budak menbasuh muko
    Muko dibasuh di aek telago
    Hati siapo yg idak luko
    Adx yg abg cinto kini menduo

    macam mano kami nak mandi
    aek nyo keruh dlam pulo
    macam mano kito nak jadi
    urang tuo adx mengharap urang kayo

    kami tau sipadi ampo
    keno angin langsung terbang
    kami tau org dk punyo
    makonyo kami jauh tebuang

    Negeri aman padi menjadi,
    Air jernih ikannyo jinak.
    Rumput mudo kerbaunyo gemuk,
    Turun kesungai cementik keno,

    Naik kedarat perangkap berisi..
    kamudik serentak satang, kailir serangkul dayung... 
    sarumpun bak serai... salingkung bak aur..

    kok munarek samo bujalan.. kok burakit samo bujago..
    kok jalan samo malimbai tangan...kok duduk batemu silo..
    ini lah negeri kami, negeri melayu jambi

    aek dalam kelapo hanyut...
    idak sangkut di tepian putri..
    adik paham apo yang abang maksud..
    adik ngerti apo yang abang cari...
     
    Support : Creating Blog | SEPRIANO | PARIWISATA JAMBI
    Copyright © 2016. PARIWISATA JAMBI - All Rights Reserved
    Template Created by Blogger Published by Blogger
    Proudly powered by Blogger