Headlines News :
SELAMAT DATANG DI BLOG PARIWISATA JAMBI

    Mengenal Jambi

    Search This Blog

    Translate

    Showing posts with label OLEHOLEH-JAMBI. Show all posts
    Showing posts with label OLEHOLEH-JAMBI. Show all posts

    Dunia Nanas Di desa Tangkit Baru Muaro Jambi

    TUMPUKAN buah nanas banyak ditemukan di sepanjang jalan Desa Tangkit Baru, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Desa yang dijuluki Desa emas sejuta nenas ini memang banyak diantara penduduknya memanfaatkan lahannya untuk menanam buah yang mempunyai nama latin Ananas Comulus.

    “Dari sekitar 1.800 hektar luas lahan Desa Tangkit, sekitar 800 hektar diantaranya adalah untuk ditanami nanas,” kata Abdul Rahman, Kasi Pemerintahan, Desa Tangkit Baru. Menurutnya karakter tanah gambut yang ada di Tangkit baru memang sangat cocok untuk dibudidayakan untuk tanaman nanas. Dikatakannya, di desa yang baru dimekarkan pada tahun 2006 ini andalan utamanya adalah industri olahan dari nanas.

    “Kebanyakan warga disini memanfaatkan nanas untuk diolah menjadi dodol, selai dan manisan dari nanas,” kata Rahman. Dikatakannya ada banyak sekali industri rumah tangga pengolahan buah nanas yang ada di Tangkit Baru, namun untuk industri yang besar menurutnya tak lebih dari sepuluh yang besar, “Ada sekitar 4-6 lah yang besar,” kata Rahman.

    Rahman mengatakan kebanyakan industri tersebut adalah industri rumahan, “Mereka akan bergabung menjadi satu kalau ada semacam pameran dan adanya bantuan dari pemerintah,” kata Rahman. Dikatakannya saat ini pihak desa belum memeilik data yang pasti mengenai berapa jumlah pengrajin nanas yang ada di desanya dan berapa jumlah hasil produksi mereka setiap harinya

    “Untuk yang besar setiap hari mereka melakukan produksi, tetapi untuk yang industri kecil rumahan produksi akan dilakukan setelah melihat stok yang beredar di pasaran tinggal sedikit,” kata Rahman. Menurutnya lonjakan produksi akan terjadi menjelang hari raya Idul Fitri. “Kadang bisa berproduksi hingga 2 sampai 3 kali lipat,” ujar Rahman. Menurutnya komoditi bahan olahan dari nanas ini dipasarkan di Kota Jambi dan kota-kota sekitar Jambi. Bahkan menurut Rahman distribusinya telah sampai ke Pekanbaru, Palembang dan Jakarta.

    “Saat ini di desa kami belum banyak show room yang memamerkan hasil olahan nanas, baru sekitar 3-4 show room,” katanya. Rahman mengatakan Dodol Nanas hasil produksi Desa Tangkit merupakan satu diantara oleh-oleh khas yang diburu oleh orang-orang yang berkunjung ke Jambi.

    Durian Kumpeh Muaro Jambi yang terkenal

    Perubahan iklim tak hanya menimbulkan bencana alam dan anomali cuaca. Perekonomian rakyat pun terimbas. Contohnya, ribuan pohon durian dan duku selama dua tahun terakhir ini mengalami masa paceklik.

    Menyusuri sepanjang Jalan Kumpeh-Suak Kandis, Muaro Jambi, Jambi, kita tidak lagi menyaksikan gegap gempita masyarakat menyambut panen durian dan duku. Sepanjang jalan itu lengang.

    Tak ada lagi pedagang durian dan duku di tepi jalan yang menjajakan hasil panen mereka dengan harga sangat murah. Pondok-pondok bambu yang dibangun warga di tengah kebun untuk menantikan jatuhnya buah durian dari pohon pun kosong. Ke manakah mereka semua?

    ”Musim ini tidak ada apa-apa. Kosong. Pohon-pohon tidak berbuah,” ujar Subari, pengelola kebun durian di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Muaro Jambi.

    Menurut Subari, sudah dua tahun terakhir kebun durian di wilayah itu tidak menghasilkan. ”Tahun lalu, memang ada sedikit hasil panen. Tapi, rasa buahnya tidak manis, sebagaimana buah durian asal Kumpeh yang dikenal selama ini: buahnya tebal, rasanya manis sedikit pahit, dan aromanya sangat wangi,” paparnya.

    Hal itu, lanjut Subari, disebabkan proses pembuahan yang diselimuti musim penghujan. ”Kalau selama proses pemasakan di pohon turun hujan, hasilnya kurang maksimal,” tambah Subari.

    Antusias

    Sejak tahun 1992, Subari mengelola dua hektar kebun durian dan duku milik saudaranya. Pada tahun-tahun lalu, panen selalu disambut antusias menjelang akhir tahun hingga awal tahun berikutnya. Para pedagang besar mendatangi petani untuk ”mengontrak” buah di pohon yang tengah panen.

    Dari lahan seluas itu, sekitar 100 pohon duku dan 50 pohon durian biasanya bisa dipanen buahnya. Meski demikian, kata Subari, khusus duku, yang seluruh buahnya dijual hanya yang berasal dari 22 batang. ”Harga jualnya Rp 1,2 juta per pohon,” ujarnya.

    ”Durian dijual satuan, dengan harga beragam, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 8.000 per buah,” tambah Subari, seraya menjelaskan, satu batang durian bisa menghasilkan 400 hingga 500 buah.

    Dengan demikian, setiap musim buah, Subari bisa memperoleh minimal Rp 100 juta dari hasil panennya. ”Sebagian lagi (durian dan duku) dinikmati dan dibagi-bagikan untuk keluarga besar,” katanya.

    Mengenai minimnya panen sekarang ini, Subari menceritakan, sebenarnya dua bulan lalu pohon-pohon durian dan duku sudah mulai berbunga. Tapi, curah hujan tinggi sehingga bunga-bunga tersebut tidak menghasilkan buah. Itulah sebabnya, petani tak dapat memanen apa pun di kebun mereka.

    Pemasok terbesar

    Kecamatan Kumpeh Ulu merupakan pemasok terbesar durian dan duku asal Jambi. Hampir setiap penduduk setempat memiliki jenis buah ini secara turun-temurun. Pada musim buah, harga durian di tingkat pedagang bisa hanya Rp 3.000- Rp 5.000 per buah.

    Namun, kali ini, dengan ukuran buah yang sama besarnya, harga satu buah durian Rp 12.000-Rp 15.000. Harga jual duku pun begitu, yang dulunya hanya Rp 3.500, kini mencapai Rp 15.000 per kilogram.

    Prapto, pedagang buah di kawasan Talang Banjar, Jambi, mengatakan, sangat sulit mendapatkan buah durian dan duku di kebun warga. Ia harus berkendara sejauh 60 kilometer dari Kumpeh Ulu menuju Kumpeh Ilir untuk membeli durian langsung dari petani. ”Kalau di Kumpeh Ilir, masih ada sebagian kebun yang berbuah karena di sana tidak banyak hujan,” ujarnya.

    Terkait masalah perubahan iklim ini, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Jambi, Armandelis, mengimbau agar masyarakat jangan terlalu menggantungkan perekonomian pada komoditas yang hasilnya dipetik secara tahunan. ”Masyarakat perlu menyisihkan sebagian lahannya untuk tanaman pangan, supaya tetap memperoleh penghasilan di saat durian dan duku tak berbuah,” katanya.

    Oleh-oleh khas Jambi


    Walaupun banyak toko pempek yang ada di jambi tapi pempek selamat masih menjadi tempat favorit bagi pengunjung untuk menikmati makanan yang terbuat dari tepung kanji ini. Hal ini dikarenakan tempatnya yang nyaman dan rasa yang enak.yang belum tentu di tempat lain memilikinya.

    Pempek selamat memiliki beberapa out let salah satunya jl. Sumantri Brojonegoro No. B 5, sipin jambi.Tempat ini berada ditengah kota jambi yang dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua atau roda empat.

    Adapun menu yang disajikan bukan hanya pempek saja melainkan makanan dan minuman yang dapat memanjakan perut



    Bagi yang ingin membawa pulang untuk oleh- oleh,pempek selamat menyediakan kemasan khusus so,,, cekidot :)







    Pasar keramik

    Tempat ini selalu dipadati pengunjung mulai dari masyarakat jambi sendiri maupun pengunjung dari luar daerah jambi khususnya disaat lebaran. Mereka berburu keramik untuk dijadikan hiasan rumah.Adapun keramik ini berasal dari lokal maupun luar negeri dengan corak yang beraneka ragam.


    Disini pengunjung dapat menawar sepuas hati,selain itu bila pengunjung merasa haus dan lapar, tak perlu khawatir karena tempat ini berada ditengah pasar jambi.yang menyediakan berbagai macam makanan serta minuman.



    KOPI AAA

    “Mampir kejambi belum syah kalo belum nyoba kopi AAA”.Itulah kata-kata yang sering di dengar bila ada orang yang berkunjung ke jambi.
    Kopi Bubuk Cap AAA diproduksi oleh PT. NEFO, Jambi Indonesia. Kopi AAA diracik dengan biji kopi pilihan dengan resep yang diberikan turun temurun dari beberapa generasi sejak tahun 1966 hingga sekarang,dengan warna hitam pekat, lebih pahit dan aromanya yang harum .

    Dengan harga yang murah dan banyak pilihan kemasan maka tak salah bila banyak pengunjung membeli kopi AAA ini sebagai oleh-oleh (buah tangan dari jambi).Terkadang ada juga masyarakat perantauan yang bekerja di jambi membawa kopi ini ke daerah nya bila pulang kampung (mudik) saat lebaran atau liburan.Ter tarikkah anda tuk mencobanya???hmm,,, mak nyuuuus.

    Kopi ini sangat mudah mendapatkannya,banyak toko,mini market hingga super market yang menjualnya jadi kita tidak perlu repot-repot untuk datang kepabriknya


    Batik jambi

    Batik bukan hanya dipakai di acara resmi saja,karena saat ini design baju batik sudah bermacam ragam bentuk dari yang resmi berupa kemeja hingga pakaian tidur untuk wanita maupun anak-anak.

    Walaupun harganya yang lumayan mahal,akan tetapi batik tetap saja diminati sebagai oleh-oleh (buah tangan) dari daerah jambi.

    Bagi para pelancong, yang ingin melihat langsung pembuatan batik ini dapat mengunjungi pusat pembuatan batik yang berada di seberang kota jambi yang merupakan warga asli jambi yaitu di kampung olak kemang kecamatan danau teluk kota jambi.

    Bila ingin praktis dan tak mau repot untuk kesana,Di pusat kota pun dapat kita temukan batik jambi yang beraneka ragam dengan harga bervariasi dari harga 60 ribu hingga jutaan rupiah seperti di toko batik “ARDIAH” beralamat : kol. amir hamzah lrg. kenanga III RT 05 no 32 sei kambang jambi Adapun motif batik jambi dilhami dari bentuk tanaman dan hewan seperti Motif Tampuk Manggis Motif Daun Kangkung,Angso Duo, Motif Siput, Motif Bungo Melati, Motif Kepiting, Motif Bungo Jatuh, Motif Ikan dst.
     
    Support : Creating Blog | SEPRIANO | PARIWISATA JAMBI
    Copyright © 2016. PARIWISATA JAMBI - All Rights Reserved
    Template Created by Blogger Published by Blogger
    Proudly powered by Blogger