Headlines News :
SELAMAT DATANG DI BLOG PARIWISATA JAMBI

    Mengenal Jambi

    Search This Blog

    Translate

    Showing posts with label BUNGO. Show all posts
    Showing posts with label BUNGO. Show all posts

    Lubuk Beringin Bungo


    Objek wisata Lubuk Beringin yang terletak di Kecamatan Bathin III Ulu Kabupaten Bungo ini sekarang menjadi salah satu destinasi wisata favorit Kabupaten Bungo. Hanya dengan waktu sekitar 45 - 60 menit dengan berkendara motor/mobil dari Muara Bungo anda sudah sampai di tempat ini.
    Suasana yang asri dan air yang bening menjadi daya tarik tersendiri dari objek wisata ini.  Ditambah lagi sekarang sudah ada tiolet dan tempat untuk Sholat,  menjadikan objek wisata ini makin lengkap dan layak dikunjungi. 
    Objek wisata ini ramai dikunjungi warga terutama pada hari libur.
    Untuk anda yang berkunjung ke tempat wisata ini sebaiknya tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan. 

    Dusun Lubuk Beringin merupakan salah satu dusun yang berada di Kecamatan Bathin III Ulu Kabupaten Bungo Propinsi Jambi. Menurut letak geografis, Dusun Lubuk Beringin berada dalam kisaran 0142’ 23” sampai dengan 0146’ 41” Lintang Selatan dan 10152’ 39” Bujur Timur dengan ketinggian 450 – 1.316 m dpl. Dusun Lubuk Beringin sebelah barat berbatasan dengan Dusun Buat, sebelah timur berbatasan dengan Dusun Laman Panjang, sebelah utara berbatasan dengan Dusun Laman Panjang dan Dusun Buat, sedangkan disebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Pelepat.
    Infrastrukstur aksesibilitas satu-satunya yang tersedia adalah ruas jalan Muara Bungo (ibukota kabupaten) menuju Lubuk Beringin lewat Rantau Pandan dan Muara Buat (pusat kecamatan) dengan kondisi jalan aspal sampai Laman Panjang, dilanjutkan dengan jalan tanah via jembatan gantung yang belum bisa dilewati mobil. Jarak tempuh dari Muara Bungo ke Lubuk Beringin diperkirakan 50 Km dengan waktu tempuh 1,5 jam perjalanan. Dan jalan ini pula yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat Lubuk Beringin dan masyarakat dusun lainnya di dalam wilayah Kecamatan Bathin III Ulu guna memasarkan hasil karet mereka.
    Populasi Lubuk Beringin saat ini tercatat sebanyak 89 kepala keluarga dan 331 jiwa.
    Diperkirakan lebih dari 90% masyarakat Lubuk Beringin menggantungkan hidup dari tetesan getah karet sebagai penyangga utama perekonomian rumah tangga. Kebun karet dikelola dengan konsep campur dengan jenis tanaman buah dan kayu. Konsep kebun karet campur memperkuat daya dukung ekonomi rumah tangga karena di dalam kebun karet terdapat jenis lain yang juga mempunyai nilai ekonomis. Ketika harga karet berangsek turun, mampu ditutupi oleh nilai ekonomis lain dari jenis tanaman lainnya. Berbeda dengan pola sejenis/monokultur, ketika harga karet jatuh berdampak pada keguncangan ekonomi rumah tangga.
    Dusun Lubuk Beringin merupakan salah satu penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Selaing TNKS, dalam wilayah Dusun Lubuk Beringin juga terdapat kawasan Hutan Lindung Bukit Panjang Rantau Bayur yang membentang dari Dusun Sungai Telang Kecamatan Bathin III Ulu sampai ke Dusun Batu Kerbau Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo dengan luasan mencapai 13.529,40 Ha. Sama halnya dengan desa-desa sekitar hutan lainnya, masyarakat Lubuk beringin sangat tergantung dengan keberadaan hutan di sekitar mereka guna menunjang kehidupan, seperti menjaga stabilitas debit air, sumber kayu untuk kebutuhan rumah tangga, sumber berbagai jenis rotan, sumber berbagai tanaman buah alami dan lain sebagainya. Kestabilan debit air menjadi sangat penting bagi masyarakat Lubuk Beringin untuk mengairi sawah sebagai sumber pangan, memutar kincir air sebagai sumber energy dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

    Kunjungan perdana menteri Norwegia di kabupaten Bungo



    Kunjungan Perdana Menteri (PM) Norwegia ( Erna Solberg)didampingi Menteri Kehutanan dan lingkungan hidup (KLH) beserta rombongan ke Kabupaten Bungo disambut langsung oleh Gubernur Jambi, H. Hasan Basri Agus dan Bupati Bungo, H. Sudirman Zaini, Tak ketingalan, Wakil Bupati Bungo, H. Mashuri, Ketua DPRD Kabupaten Bungo, Ria Mayangsari serta rombongan lainnya turut menyambut kedatangan tamu agung ini. Dari Forkompida, Danrem 042 Gapu Kolonel Inf Hariyanto, Kapolda Jambi, Brigjen Pol Bambang Sudarisman juga terlihat menyambut dan mendampingi kunjungan. Tak Luput, Kapolres Bungo AKBP NP Simanjuntak, Dandim Bute, Letkol Czi Lin Nofrianto juga siap siaga dalam pengamanan.



    PM Norwegia dan romboongan langsung menuju ke Dusun Senamat Ulu, Kecamatan Bathin III Ulu untuk melihat hutan Konservasi dan juga mengunjungi Suku Anak Dalam. Menempuh perjalanan panjang dari Bandara Muara Bungo. Usai dari kunjungan Ke Kecamatan Bathin III Ulu, PM Norwegia dan rombongan menuju hotel dan menuju ke kediaman dinas Bupati bungo, rombongan makan malam yang telah di siapkan dan rombongan direncanakan untuk kunjungan ke Provinsi Jambi pada hari kamis 14/4

    Sumber : pemkabbungo.go.id

    SMKN 3 Muara Bungo


    SMKN 3 Muara Bungo merupakan sekolah menengah kejuruan yang memiliki 3 jurusan, yaitu Tata boga, Tata busana dan Multimedia, SMKN 3 Bungo adalah sekolah satu-satu nya di kabupaten Bungo yang memiliki jurusan tata boga dan tata busana, dengan adanya jurusan tata boga dan tata busana di kabupaten Bungo di harapkan dapat memberikan kontribusi untuk kemajuan kabupaten Bungo khususnya di bidang pariwiwsata.

    Didirikan pada tahun 2007, dan saat ini 2015 memiliki kurang lebih 350 peserta didik, jika dilihat dari grafik peningkatan siswa baru yang masuk ke SMKN 3 dari tahun pertama sampai saat ini setiap tahun nya mengalami peningkatan jumlah peminat yang akan bersekolah di SMKN 3 Bungo.

    SMKN 3 Muara Bungo selalu berbenah dari mulai sarana prasarana yang mendukung kegiatan belajar mengajar khususnya di mata pelajaran Produktif karena visi dan misi dari SMKN 3 Bungo salah satu nya adalah menciptakan lulusan yang siap pakai atau kompetitif di bidang yang telah mereka pelajari.

    1. Tata Busana


    Program studi tata busana di SMKN 3 Muara Bungo sejauh ini telah mampu meraih prestasi serta menghasilkan lulusan yang telah bekerja sesuai dengan keahlian serta berwirausaha dengan ilmu yang di dpatkan nya, telah banyak sekali prestasi yang telah diperoleh oleh program studi tata busana di SMKN 3 Muara Bungo, diantaranya baru baru ini mampu memperoleh juara 1 lomba busana batik tingkat Kabupaten Bungo dan menjadi juara 1 juara busana muslim pria dan wanita tingkat kabupaten bungo, pada tahun pelajaran baru 2015 - 2016 program studi tata busana menerima 2 kelas, pada tahun-tahun sebelum nya hanya menerima 1 kelas, ini menunjukkan kemajuan yang nyata di program studi tata busana.

    2. Tata Boga

    Program studi Tata boga di SMKN 3 Muara Bungo merupakan program studi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan kabupaten Bungo khususnya dalam bidang pariwisata, hal ini di tandai dengan banyak nya perhotelan mewah yang masuk ke kabupaten bungo, lulusan dari jurusan tata boga SMKN 3 Bungo di harapkan mampu mengisi kekosongan-kekosongan lapangan kerja di hotel hotel mewah yang ada di kabupaten Bungo, selain itu program studi tata boga SMKN 3 Muara bungo juga telah memiliki unit produksi sendiri, hal ini sebagai upaya dari sekolah untuk merangsang jiwa kewirausahaan peserta didik jurusan tata boga di SMKN 3 Muara Bungo agar nanti nya setelah menyelesaikan pendidikan di SMKN 3 Bungo mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri khususnya dalam dunia tata boga.

    3. Multimedia


    Tidak bisa dipungkiri tekhnologi informasi dan komunikasi saat ini adalah kebutuhan yang sangat mendasar di dalam aspek kehidupan pada saat sekarang ini, tidak mengenal tempat baik di desa ataupun di kota masyarakat membutuhkan informasi yang sangat cepat, maka dari itu SMKN 3 Muara Bungo hadir denga program studi Multimedia, dengan adanya prodi Multimedia ini di harapkan para peserta didik mampu bersaing di bidang informasi dan tekhnologi, meskipun belum lama berdiri namun sudah banyak prestasi-prestasi yang membanggakan telah ditorehkan oleh jurusan multimedia SMKN 3 Muara Bungo, Program studi Multimedia SMKN 3 Muara Bungo dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai serta di didik oleh pengajar yang memiliki pengalaman di bidang informasi dan tekhnologi, fasilitas dari jurusan Multimedia di SMKN 3 Muara bungo di antaranya, Labor yang nyaman, Komputer lengkap, studio mini, jaringan wifi, LAN, peralatan audio digital yang lengkap serta alat2 pendukung lainnya, saat ini prodi Multimedia di SMKN 3 Muara Bungo untuk tahun ajaran baru ini menerima 3 kelas, dan mengalami peningkatan jumlah peminat yang sangat signifikan di bandingkan tahun tahun sebelum nya, 

    Dengan demikian jelaslah sudah bahwa mutu dan standar pendidikan di SMKN 3 Muara Bungo saat ini dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan lainnya di kabupaten Bungo, ini bisa kita lihat dari jumlah peminat peserta didik yang dari tahun ketahun mengalami peningkatan.



    Sejarah Kabupaten Bungo

    Sejarah Kabupaten Bungo
    Kabupaten Bungo merupakan salah satu kabupaten yang terletak di bagian barat Provinsi Jambi. Kabupaten ini memiliki sejarah panjang peradaban masyarakat Melayu Jambi di hulu. Kabupaten ini juga menjadi pintu gerbang masuknya kebudayaan Minangkabau ke dalam wilayah Provinsi Jambi. Pada awal pembentukan Provinsi Jambi, Kabupaten Bungo masuk dalam wilayah Kabupaten Merangin. Perlu diketahui bahwa pada masa awal pembentukan Provinsi Jambi hanya ada dua kabupaten dan satu kota madya dalam wilayah Provinsi Jambi yaitu Kabupaten Merangin, Kabupaten Batanghari, dan Kota Jambi. Terus dimana Kabupaten Bungo dan Kabupaten lainnya ??

    Pada masa awal pembentukan Provinsi Jambi, Kabupaten Merangin wilayahnya meliputi Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin(saat ini) dengan ibukotanya Bangko. Sedangkan Kabupaten Batanghari wilayahnya meliputi Kabupaten Batanghari(saat ini), Kabupaten Muaro Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan ibukotanya Kenali Asam. Sedangkan Kabupaten Kerinci pada masa awal pembentukan Provinsi Jambi bergabung dengan Provinsi Sumatera Barat dengan nama Kabupaten Pesisir Selatan dan Kerinci.

    Kembali ke topik, pada tahun 1956 ibukota Kabupaten Merangin dipindahkan ke Muara Bungo hal ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun1956. Sejak saat itu Kabupaten Merangin ibukotanya bukan lagi Bangko melainkan Muara Bungo. Selanjutnya dengan luasnya wilayah Kabupaten Merangin dan mempertimbangkan untuk memudahkan pelayanan publik. Maka rakyat Kabupaten Merangin mendesak pemerintah pusat untuk melakukan pemekaran Kabupaten Merangin.

    Tuntutan rakyat tersebut dikabulkan oleh pemerintah pusat dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1965 tentang pembentukan Kabupaten Sarolangun Bangko dan Kabupaten Muara Bungo Tebo. Kabupaten Sarolangun Bangko berpusat di Bangko sedangkan Kabupaten Muara Bungo Tebo berpusat di Muara Bungo.

    Dengan ditetapkannya Kabupaten Muara Bungo Tebo menjadi Kabupaten baru maka dilantiklah Bupati Bungo pertama yaitu M. Saidi. Maka sejak 19 Oktober 1965 ditetapkan sebagi hari lahir Kabupaten Bungo. Untuk mempermudah penyebutan nama kabupaten maka DPRD Gotong Royong Kabupaten Muara Bungo Tebo memutuskan mengubah nama menjadi Kabupaten Bungo Tebo (Bute).

    Dalam perkembangan selanjutnya, sejalan dengan era reformasi dan tuntutan otonomi daerah maka diadakan pemekaran Kabupaten Bungo Tebo menjadi Kabupaten Bungo dan Kabupaten Tebo. Kabupaten Bungo berpusat di Muara Bungo sedangkan Kabupaten Tebo berpusat di Muara Tebo.

    Sumber : Data Pemkab Kab Bungo

    Air Terjun Ranah Sungai Ipuh

    Air Terjun Telun Berasap Kota Jambi menjadi salah satu obyek wisata unggulan yang memiliki panorama keindahan alam yang begitu indah serta ditambah dengan adanya desiran suara air terjun yang berasal dari Danau Gunung Tujuh. Air terjun tersebut merupakan air sungai yang mengalir yang nantinya berhulu di Danau Gunung Tujuh. Air inilah yang nantinya akan dialirkan melewati tebing terjal dimana tebing tersebut memiliki ketinggian sekitar 50 meter.

    Air terjun inilah yang dapat mengeluarkan Aura pesona alam yang begitu indah yang terpancarkan dari tempat ini. Bahkan akibat derasnya air terjun yang terus mengalir sangat deras, dapat menimbulkan gelintingan air terjun yang terus menerjang karang yang nantinya dapat menghasilkan butiran-butiran dan mengakibatkan terjadinya kabut (asap) di sekelilingnya.

    Uniknya Air Terjun Telun Berasap Kota Jambiyang selalu mengalir deras

    Air Terjun Telun Berasap Kota Jambi ini, konon katanya terdapat sebuah goa yang tak satupun pernah dilalui oleh siapapun akibat derasnya air yang selalu mengalir deras. Sehingga akses keluar masuk ke gua tersebut sangat sulit dilalui. Bahkan hingga saat ini gua yang terdapat di balik air terjun tersebut belum pernah ditelusuri secara menyeluruh.

    Selain derasnya air terjun yang tak pernah henti menerjang karang, namun pada saat pagi hari. Di area sekitar Air Terjun Berasap ini dapat menikmati keunikan pancaran cahaya pelangi yang dapat menambah pesona warna kehidupan yang nampak semakin bersahabat dengan alam melalui air terjun tersebut.

    Sehingga tak ayal, dengan keragaman pesona alam yang dipancarkan oleh air terjun berasap ini. Menjadikan air terjun ini sebagai salah satu obyek wisata alam yang begitu alami yang sering kali dibanjiri oleh para pengunjung atau wisatawan yang datang ingin menyaksikan secara langsung panorama keindahan alam yang di iringi dengan desiran suara air terjun yang terus mengalir sangat deras.

    Namun perlu anda ketahui, jika anda ingin melihat atau mengabadikan gambar alam dan Air Terjun Berasap Kota Jambi ini secara dekat. Berhati-hatilah, sebab air terjun yang mengalir sangat deras ini dapat mengakibatkan kabut asap yang nantinya akan membuat anda nampak tidak jelas dan akan membasahi kamera anda.

    Air Terjun Punjung Empat - Bungo

    Air Terjun Punjung Empat - Bungo. Penamaan air terjun ini karena airnya berasal dari Bukit Punjung dengan puncak tinggi bertingkat. Searah bagian hulu dengan air terjun ini terdapat tiga buah gua alam. Cerukan gua bervariasi antara 3,5 sampai 35 meter dengan ketinggian permukaan 3 - 7 meter. Gua ini dikenal dengan nama Gua Batu Luah Muaro.

    Lokasi

    Terletak di Desa Rantau Keloyang Kecamatan Pelepat, Kabupaten Bungo, Propinsi Jambi.

    Aksesbilitas

    Berjarak 26 km dari Muara Bungo dan dapat dicapai dengan kendaraan roda empat. Selanjutnya diteruskan dengan berjalan kaki sejauh 4 km dingga tiba di lokasi air terjun ini.

    Objek Wisata di Kabupaten Bungo

    Objek Wista di Kabupaten Bungo . Kabupaten Bungo memiliki banyak objek wisata alam yang meliputi :
    Hutan Adat

    Hutan adat desa dan hutan lindung yang masih utuh dan lestari di desa Batu Kerbau kecamatan Plepat mempunyai luas masing- masing 1.500 ha dan 2.500 ha.
    Desa Batu Kerbau ini berjarak lebih kurang 60 km dari ibukota kecamatan. Kalau musim penghujan bisa ditempuh lebih setengah hari. Disini persumpahan masih diterapkan siapa yang melanggar maka "keateh tidak berpucuk, ke bawah tidak berurat, ditengah dirakuk kumbang". Maka dapat dibayangkan kesengsaraan kutukan itu. Sumpah tersebut masih diikuti oleh masyarakat setempat, terutama untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, adat dan budaya. Salah satunya membuka lubuk larangan harus dengan kesepakatan membuka sumpah.

    Potensi lain yang berada di sekitar hutan adat Batu Kerbau ini dan juga merupakan koridor memulai penjelajahan TNKS yang terletak di Kabupaten Tebo yaitu :
    1. Air terjun Punjung Empat di kecamatan Pelepat.
    2. Air Terjun Tegan Kiri dengan ketinggian 26 m di Rantau Pandan 34 km dari Muara Bungo yang juga merupakan lokasi tumbuhnya bunga bangkai.
    3. Goa alam (goa kelelawar) di Dusun Lubuk Mayan 20 km dari Muara Bungo dan goa di Dusun Apung Mudik kecamatan Rantau Pandan.
    4. Batu tapak sembilan sinamat ulu di Desa Sinamat Ulu.
    5. Air terjun Renah sungai ipuh Desa Renah Sungai Besar lebih kurang 48 m dari Muara Bungo dengan ketinggian 54 m dan lebar 8 m
    6. Bunga bangkai, terletak di kecamatan Rantau Pandan yang berjarakkurang lebih 35 km dari kota Muara Bungo. Bunga bangkai sejenis tumbuh-tumbuhan sejenis vegetasi atau jenis keladi. Satu rumpun dengan bunga rafflesia, hanya jenis tumbuhnya memanjang keatas
    7. sampai setinggi 1,80 - 2,85 m. Berbeda dengan bunga biasa, bunga ini mengeluarkan aroma yang berbau amis seperti bangkai, karenanya sering mengundang kehadiran binatang buas.
    8. Hutan Salak seluas 50m Ha di Desa Batu Kerbau dengan berbagai jenis seperti telur angso, salak kelapa, salak abu, tembaga dan sebagainya.
    9. Makam Pakubuwono III bertarikh 1789 M terletak di Desa Lubuk Landai. Semasa hidupnya Pakubuwono III dari Desa Lubuk Landai dikenal sebagai sosok Tuo Tengkar.
    10. Mesjid kuno yang dibangun Muhammad Sawal tahun 1898 di Desa Empelu. Bangunannya tampak
    11. mirip istana Maimun Medan. Terap tangga, ornamen gapura dilengkungan yang berbaris didinding luar mengingatkan pada bangunan Mesjid Aqsa.
    Disamping itu kita juga dapat menikmati objek wisata dam Semagi sebagai tempat rekreasi yang terletak di desa Tanah Tumbuh 35 km dari kota Muaro Bungo.

    Daftar Hotel Di Kabupaten Bungo




    Hotel ANDA


    Anda
    Jl. Durian No. 1 Bungo Barat Melati 1 0747-21226



    Hotel AYUDIA PALA
    Ayudia Pala
    Jl. M. Saidi Melati 1 – no phone number



    Hotel BERSAUDARA
    Bersaudara
    Jl. Lintas Sumatera No. 3 Melati 1 0747-22333



    Hotel FLAMBOYAN
    Flamboyan
    Jl. Sultan Thaha No. 105 Bungo Barat Melati 1 0747-21210 (21402)



    Hotel IBUNDA
    Ibunda
    Jl. Durian No. 82 Bungo Barat Melati 1 0747-21604



    Hotel INDRA
    Indra
    Jl. Prof. Sri Soedewi MS SH 19 Melati 1 0747-21104



    Hotel KETAYO
    Ketayo
    Jl.Prof. HM Yamin SH 440 Bungo Barat Melati 1 0747-21329



    Hotel MERLYN MINI
    Merlin Mini
    Jl. Kesuma No. 5 Bungo Timur Melati 1 0747-21328



    Hotel NORA
    Nora
    Jl. Lintas Sumatera N0. 70 Melati 1 0747-322761



    Hotel ONE
    One
    Jl. Jend. Sudirman No. 677 Melati 1 0747-21087



    Hotel PELANGI
    Pelangi
    Jl. Lintas Sumatera No. 52 Pasir Putih Melati 1 0747-21777

    Hotel SEMAGI



    SEMAGI
    Semagi
    Jl. Lintas Sumatera No. 98 Bintang 3 0747-21133



    Hotel Swarna Bumi
    Swarna Bhumi
    Jl. Sultan Thaha No. 627 Melati 3 0747-21043 (21405)


    Taman Nasional Bukit Dua Belas

    Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK. No. 258/Kpts-II/2000, dengan luas 60.500 ha
    Letak Kab. Soralangun Bangko, Kab. Batanghari, Kab. Bungo Tebo, Prop. Jamb
    Temperatur Udara -
    Curah Hujan -
    Ketinggian Tempat 30 - 430 m dpl
    Kawasan ini semula merupakan Cagar Biosfer Bukit Dua Belas yang ditunjuk berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 46/Kpts-II/1987 tanggal 12 Pebruari 1997 tentang Penunjukan Kawasan Hutan Propinsi Jambi seluas + 2.947.200 ha, diantaranya Hutan Suaka Alam dan Hutan Wisata seluas 602.000 ha, dimana kawasan cagar Biosfer Bukit Dua Belas termasuk didalamnya dengan fungsi HSAW seluas + 28.705 ha.

    Dalam perkembangannya, pada sebagian Hutan Produksi Terbatas dan Hutan Produksi Tetap disekitar Cagar Biosfer Bukit Dua Belas telah dicadangkan untuk beberapa kagiatan antara lain:
    • Pembangunan HTI PT. Sumber Hutan Lestari dengan sistem tebang habis + 19.100 ha, dimana sebagian kawasannya adalah kawasan hutan produksi terbatas.
    • Pembangunan HTI Rotan PT. Inhutani V seluas + 10.600 ha letaknya berbatasan langsung dengan Cagar Alam Biosfer Bukit Dua Belas, dan 500 ha diantaranya telah berupa tanaman rotan.
    • PT. Limbah Kayu Utama (HTI-Pertukangan) seluas + 19.300 ha (SK Menhut No. 327/Kpts-II/1998 yang letaknya cukup jauh dari Cagar Biosfer Bukit Dua Belas.
    • PT. Wana Perintis (HTI-Trans) seluas + 6.900 ha (SK. Menhut No. 781/Kpts-II/1996) telah ada pemukiman transmigrasi.
    • Disamping itu terdapat juga kegiatan pemanfaatan kayu dengan IPK yang dikeluarkan oelh Kanwil Dephutbun Prop. Jambi.

    Setelah Pencadangan tersebut muncul masalah dimana areal tersebut merupakan wilayah hak ulayat adat/wilayah pengembaraan Orang Rimba. Akibat konversi hutan alam menjadi Hutan Tanaman Industri yang menggunakan Sistem Tebang Habis dengan Permudaan Buatan, telah menyebabkan masyarakat Rimba kehilangan sumber daya alam yang menjadi sumber kehidupannya.

    Kekhawatiran terhadap dampak negatif dari pembangunan HTI terhadap kehidupan masyarakat Orang Rimba, telah mendorong masyarakat Orang Rimba besama-sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk mengusulkan penghentian kegiatan pembangunan HTI menjadi perluasan Cagar Biosfir Bukit Dua Belas.

    Menteri Kehutanan melalui Keputusan No. 781/Kpts-VIII/1999 tanggal 27 September 1999 membentuk Tim Peninjau Lapangan Terhadap Kawasan Hutan yang diusulkan untuk Perluasan Cagar Biosfir Bukit Dua Belas dengan tugas untuk melakukan pengumpulan data dan informasi yang lengkap dan obyektif atas aspek ekonomi, sosial dan ekologi terhadap kawasan hutan yang diusulkan untuk perluasan Cagar Alam Biosfer tersebut.

    Hasil akhir dari proses tersebut di atas adalah telah dilakukan perubahan fungsi sebagian Hutan Produksi Terbatas Serengam Hulu seluas + 20.700 ha (dua puluh ribu tujuh ratus hektar) dan sebagian Hutan Produksi Tetap Serengam Hilir + 11,400 ha (sebelas ribu empat ratus hektar) serta penunjukan sebagian Areal Penggunaan lainnya seluas + 1.200 ha (seribu dua ratus hektar) dan kawasan Suaka Alam dan pelestarian alam (Cagar Biosfir Bukit Dua Belas) seluas + 27.300 ha (dua puluh tujuh ribu tiga ratus hektar) yang terletak di Kab. Sarolangon Bangko, Batanghari dan Bungo Tebo, Prop. Jambi menjadi Taman Nasional Bukit Dua Belas seluas + 60.500 ha melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 258/Kpts-II/2000 tanggal 23 Agustus 2000.

    Potensi Kawasan

    Areal Taman Nasional Bukit Dua Belas mempunyai luas 60.500 Ha, berupa perbukitan dataran rendah berada pada ketinggian + 30 - 430 m dpl. Secara geografis terletak di antara 102o31'37" sampai 102o48'27" Bujur Timur dan antara 1o44'35" sampai 2o03'15" Lintang Selatan. Secara administratif terletak di tiga wilayah kabupaten, yaitu Soralangun, Muaratebo dan Batanghari Prop. Jambi.

    Taman Nasional Bukit Dua Belas merupakan kawasan lindung yang mempunyai keunikan tersendiri, karena keberadaannya tidak terlepas dengan kehidupan masyarakat tradisional/Orang Rimba yang terdapat didalam dan sekitar kawasan taman nasional untuk mencari kehidupan sehari-hari seperti rotan, damar, kayu gaharu, dll.

    Flora dan Fauna

    Taman Nasional Bukit Dua Belas memliki berbagai jenis flora dan fauna, baik yang dilindungi maupun yang langka dan sumber obat-obatan.

    Jenis Mamalia Langka:

    Harimau (Panthera tigris sumatrensis), Beruang (Helarctos malayanus), Kancil (Tragulus napu), dan lain-lain.

    Jenis Burung Langka:

    Elang Ular Bido (Spilornis cheela), Enggang Klihingan (Anorrhinus amictus), Seluloyok (Anthracoceros malayanus), Rangkong Badak (Buceros rhinoceros), Buhung Gading (Buceros vigil), Paok Delima (Pitta granatina), dan Tiung (Gracula religiosa).

    Selain jenis mamalia dan burung langka tersebut di atas terdapat jenis lainya seperti: Ayam Hutan (Galus galus), Biawak (Varanus salvator), Kijang (Muntiacus muntjak), Nangoi (Sus barbatus), dan lain lain

    Jenis Flora

    Jenis Flora yang terdapat di taman nasional, antara lain: Jelutung (Dyera costulata), Getah Merah (Palaquium spp), Pulai (Alstonia scolaris), Kempas (Koompassia excelsa), Rumbai (Shorea spp), Cendawan Muka Rimau (Rafflesia hasseltii), Jemang atau Palem darah Naga (Daemononorops draco), dan lain-lain.

    Taman nasional Bukit Dua Belas memiliki jenis-jenis flora yang dapat digunakan sebagai obat-obatan seperti: Cendawan Balus (Pycnoporus sp), Tubo kayu, Tuno Akar, Tembalau, Paku Balus, Selusuh Kayu, Selusuh Akar, Akar Penyegar (Smilax zeylanica), Terap, Rotan Sio, Tunam dan Sentubung.
     
    Support : Creating Blog | SEPRIANO | PARIWISATA JAMBI
    Copyright © 2016. PARIWISATA JAMBI - All Rights Reserved
    Template Created by Blogger Published by Blogger
    Proudly powered by Blogger